Grindelwald-First Jungfrau Region Switzerland
Journey, Mancanegara

Fly First!

Dari balik pepohonan pinus di bawah sana muncul seorang turis dengan dua anjingnya, berjalan hati-hati menembus salju. Sepertinya ia hendak menuju stasiun Bort (1.570 mdpl) yang baru kami lewati. Wisata di sini memang tak hanya ramai saat winter. Saat spring dan summer, dataran di bawah kami berubah menjadi jalur trekking atau bersepeda, dan cekungan-cekungan tanah yang kini semuanya putih, berubah menjadi danau-danau biru yang cantik. Tapi kalau trekking sekarang, hmmm… saya tak bisa membayangkan berapa lama saya bisa bertahan menembus tumpukan salju yang tebal, di suhu -5 derajat celsius.

Seperti Berfoto di Studio

Kereta gantung kami sampai ke stasiun Schreckfeld (1.955 mdpl), dan jalur kereta pun membelok ke kiri menuju First. Dari kejauhan sudah terlihat stasiun tujuan kami, dan di sampingnya berdiri platform kerangka baja dengan empat lajur, yang kemudian saya tahu adalah tempat meluncur First Flieger itu. Di bawah kami terlihat orang-orang tengah berjalan di salju, dan rombongan 3 orang yang hendak meluncur di salju menggunakan papan ski tapi tanpa memakai stocks atau tongkat penyeimbang. Pastinya mereka sudah bertahun-tahun main ski untuk sampai di skill seperti tu. (Beberapa hari kemudian, saat saya belajar main ski di Kleine Scheidegg, yang masih di Jungfrau Region, saya menjumpai seorang bule yang tengah meluncur cepat tanpa stocks ini, sambil asyik menelepon!).

Grindelwald-First Jungfrau Region Switzerland

Yang sudah punya skill dewa mau meluncur ke jurang.

Kami keluar dari stasiun First (2.168 mdpl) dan segera disambut salju di bawah kaki. Salju yang berbatasan dengan tanah kering umumnya keras seperti kerak es di freezer. Warnanya putih keruh, dan  sangat licin. Seorang teman yang kurang hati-hati menginjak pinggiran salju ini harus menahan malu karena dia terpeleset dan jatuh terduduk. Sedangkan salju yang masih membentuk tumpukan tebal berwarna lebih putih, dan bagian paling atas bentuknya seperti –yang orang-orang sering bilang– es serut. Begitu diinjak, salju ini amblas beberapa sentimeter, sehingga membuat langkah berikutnya menjadi berat. Ditambah dengan menipisnya kadar oksigen di ketinggian ini, berjalan beberapa meter saja mulai membuat nafas tersengal.

First Flieger, Grindelwald-First Jungfrau Region Switzerland

Selfie dulu mumpung background bagus pake banget.

Sepatu gunung yang saya pakai segera basah di bagian luarnya, tapi itu tak menyurutkan saya untuk bersenang-senang dan berfoto-foto, karena pemandangan di sini seperti di studio foto saja. Jalur kereta gantung yang tadi kami pakai ternyata berada di lembah, dengan tiga puncak gunung yang menjulang sebagai latar belakangnya. Kalau melihat posisi First di peta, sepertinya puncak yang ada di kejauhan sana adalah Wetterhorn, Schrekhorn, dan Eiger.

Nggak Pakai Megap-megap

Kami berjalan di atas salju menuju sebuah restoran yang sepi pengunjung. Melihat panjang lintasan flieger itu dari sini, sebagian teman dari media televisi sepertinya jiper, tidak akan naik. Jadi mereka akan membawakan tas-tas kami, dan turun berjalan kaki menuju stasiun Schreckfeld kembali. Lhah, saya? Sudah telanjur ke sini, masa tidak mencoba?

First Flieger, Grindelwald-First, Jungfrau Region Switzerland

Itu dia platform luncur First Flieger di latar belakang.

Kami berjalan menurun lagi menuju platform First Flieger. Sepasang turis dari India mengikuti di belakang kami. Tampaknya mereka mau terbang juga. Dua petugas yang masih muda menyambut kami dan memberikan sebuah form data diri untuk diisi. Jalur luncurnya ada empat, tapi sore ini yang dipakai hanya dua. Kabel baja untuk meluncur nampak melengkung jauh ke bawah sana, dengan ketinggian lintasan dari atas salju sekitar 25 meter. Jadi kalaupun terjadi apa-apa dan jatuh, mudah-mudahan hanya cedera ringan saja, kata saya, menghibur diri ini yang tiba-tiba mulai cemas.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *