Puncak Gunung Anak Krakatau, Lampung.
Indonesia, Journey

Di Atas Magma Anak Krakatau

Dari jauh, terlihat gunung ini mempunyai dua puncak. Puncak pertama tingginya sekitar 100 meter, diikuti oleh sebuah dataran, lalu mengerucut membentuk puncak kedua.

Pulau Panjang, Gunung Rakata, dan Gunung Anak Krakatau di sisi kanan.

Pulau Panjang, Gunung Rakata, dan Gunung Anak Krakatau di sisi kanan.

“Kita hanya akan mendaki puncak pertama saja,” kata Budi. “Tapi kalau kondisi tidak berbahaya, silakan saja kalau ada yang mau mendaki puncak kedua. Anggap saja sebagai bonus.” Saya lihat, tak ada asap mengepul dari atas puncak kedua, jadi mudah-mudahan saya bisa naik sampai puncak, kalau fisik saya mampu.

Di belakang Pulau Anak Krakatau ada Pulau Rakata, dengan puncak gunungnya yang lebih tinggi. Tapi kami tidak akan ke situ. Di sebelah barat Pulau Anak Krakatau ada Pulau Sertung, sedangkan di samping timurnya adalah Pulau Panjang.

Semakin mendekat, hati saya makin berdebar-debar. Tahun 1883 itu, ‘ibu’ gunung ini meletus dan menimbulkan tsunami setinggi 40 meter yang menyapu desa-desa di pesisir Pulau Sumatra dan Jawa, merenggut nyawa lebih dari 36.000 orang. Anak Krakatau juga telah beberapa kali secara tak terduga meletus. Bagaimana kalau tiba-tiba Anak Krakatau ini batuk-batuk, sementara kami ada di bawah telapak kakinya?

Pulau Gunung Anak Krakatau

Akhirnya, selamat mendarat di Pulau Gunung Anak Krakatau.

Saat ini Anak Krakatau memang tampak tenang, namun kami tetap harus berhati-hati, sebab bagaimanapun ia adalah gunung yang hidup dan dapur magmanya terus tumbuh. Saya yakin, di dalam perutnya, Anak Krakatau ini tengah mengumpulkan ‘tabungan’ magmanya, yang bisa ia muntahkan kapan saja.

Pasir yang Melelahkan

Waktu masih pukul tujuh pagi ketika pantai berpasir hitam Pulau Anak Krakatau menyambut kami. Kawasan pulau ini sudah masuk dalam UNESCO World Heritage List sejak Desember 1991. Setelah sarapan dan minum kopi, kami pun berjalan menembus hutan kecil yang tidak begitu lebat, dan lima menit kemudian, saya menginjak tanah berpasir yang tertutup oleh daun-daun dan biji bunga cemara, dan… tampaklah puncak Anak Krakatau yang berbentuk kerucut landai yang cantik, dengan batuan berwarna putih di puncaknya yang gundul, seperti tertutup salju.

Papan nama Taman Nasional Gunung Anak Krakatau

Tak sembarang orang bisa dan mau ke sini. Jadi, foto-foto dulu buat kenang-kenangan.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *