Hingga kini, Batik Semarang 16 masih aktif melakukan pelatihan membatik untuk anak-anak sekolah dan semua kalangan. Pelatihan ini memang menjadi komitmen awal Umi agar batik semarang dicintai semua orang. Umi juga membuka sanggarnya untuk menerima kunjungan wisata anak-anak sekolah maupun grup tur.

Suasana pasar di pedesaan yang diabadikan ke dalam motif Batik Semarang 16.
Setiap tahun, sanggar Umi bahkan menjadi destinasi wajib kunjung bagi kapal cruise yang membawa turis-turis Belanda yang berlabuh di Semarang. Para oma dan opa yang tengah bernostalgia itu sangat senang melihat motif-motif batik yang menjadi kebanggaan The Little Netherlands –julukan Semarang waktu itu– ternyata masih hidup dan malah makin berkembang.

Pelatihan membatik untuk anak-anak SMP di Cikadu, Tanjung Lesung,
Umi tak berhenti hanya menghidupkan kembali batik semarang. Ia kemudian juga mendirikan Batik Seraci di Bekasi, Batik Betawi Setu Babakan dan beberapa sanggar batik lain di Jakarta, lalu Batik Krakatau di Cilegon, Batik Cikadu di Tanjung Lesung, dan Batik Banava 01 di Donggala, Sulawesi Tengah. Energi dan kecintaannya pada batik seperti tak ada habisnya. Sebagai teman dekatnya, tentu saya harus ikut mendukung, minimal dengan tinggal di sanggarnya setiap kali ke Semarang, dan ikut menceritakan kisahnya ke seluruh dunia. [T]
Batik Semarang 16
Niwa Canting Resto & Homestay
Kampung Sumberejo, Desa Meteseh,
Kecamatan Tembalang, Semarang
Tel. 0811-2620870, 0811-2516611
IG: @batiksemarang16, @niwacanting