Motif Lawang Sewu Ngawang by Batik Semarang 16
Indonesia, Journey

Menghidupkan Kembali Batik The Little Netherlands

Di sebelah kanan tempat mencanting ada beberapa anak muda sedang ngeblad, yakni memindahkan motif batik dari kertas kalkir ke kain. Mereka ditemani suara ritmis dari mesin tenun ATBM yang digerakkan Mas Darsono, yang tengah membuat motif tumpal batik pada kain tenun.

Tidur, Makan, Ngopi, Mbatik

Lantai dua bangunan ini difungsikan sebagai Homestay & Resto Niwa Canting, yang plang kecilnya tadi juga saya lihat di dekat gerbang. Ada 8 kamar dengan total kapasitas 30 orang, untuk mengakomodasi para traveler atau rombongan tur yang mau menginap sekalian belajar tentang batik di sini. Plus, satu kamar suite yang khusus untuk tamu VVIP.

Kamar-kamar di Niwa Canting Resto & Homestay

Kamar-kamar di Niwa Canting Homestay, langsung menyambung dengan resto.

Saya sendiri, tentu saja, belum pernah menginap di kamar VVIP dengan tempat tidur jati kuno ala Madura ini, lengkap dengan kursi goyangnya. Tapi saya sudah menginap dua kali di kamar lain. Tiap-tiap kamar dinamai dengan nama motif batik semarangan, dituliskan dengan huruf sambung di atas pelat tembaga, lengkap dengan ‘terjemahan’ tulisan huruf jawanya. Pintu dan jendela-jendelanya dari kayu, lengkap dengan handel dari tembaga berukir.

Fasilitas kamar di Niwa Canting Homestay

Fasilitas di kamar Niwa Canting Homestay, tak kalah dengan hotel bintang 3.

Meski namanya ‘homestay’ tapi kenyamanan dan fasilitasnya tidak kalah dengan hotel bintang tiga. Ber-AC, sudah pasti. Lalu ada saluran tv kabel dengan Netflix, minibar, dan shower panas-dingin lengkap dengan toiletriesnya.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *