Motif Lawang Sewu Ngawang by Batik Semarang 16
Indonesia, Journey

Menghidupkan Kembali Batik The Little Netherlands

Tapi di lain kunjungan, saya kadang malah lebih suka duduk berlama-lama di depan Mas Faruk atau Mas Yadi, mengamati bagaimana cara mereka membuat cap batik. Dengan bekal sepotong fotokopian kertas motif, gunting, jangka pengukur, dan lempeng-lempeng tembaga, mereka merangkai potongan-potongan lempeng itu ke dalam sebuah rangka seng.

Cap batik motif Legenda Simpang Lima

Cap batik motif Legenda Simpang Lima.

Cap batik motif Legenda Kalibanteng

Cap batik motif Legenda Kalibanteng.

Cap batik motif Bandeng Presto Geometris

Cap batik motif Bandeng Presto Geometris.

Setelah akhirnya membentuk motif yang lengkap, mereka lalu menyolder rangka dan sambungan-sambungan tembaga itu, membakar dan merendamnya di cairan gondorukem berulangkali, lalu mengampelasnya agar permukaan cap batik itu rata, halus, dan mengilap. Hasilnya adalah ratusan koleksi cap batik beraneka ukuran dan motif, yang dipajang di belakang tempat kerja mereka. Mulai dari yang berbentuk segitiga berukuran 10 cm untuk motif tumpal ujung kain, hingga yang bujursangkar ukuran 12 cm, 15 cm, hingga 20 cm.

Harga satu cap batik ini mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Makanya kadang saya berpikir, sepertinya kalau saya magang membuat cap batik di sini selama sebulan, saya nanti pasti bisa ‘hidup’ dari menjadi seniman cap dan menjual cap-cap batik ini.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *