Motif Lawang Sewu Ngawang by Batik Semarang 16
Indonesia, Journey

Menghidupkan Kembali Batik The Little Netherlands

Deretan kamar ini menyambung dengan resto Niwa Canting yang cozy dengan sofa-sofanya yang empuk. Saya pernah mengadakan workshop edit video untuk 25 bloger Semarang di sini beberapa tahun lalu.

Kamar VVIP di Niwa Canting Homestay

Kamar VVIP dengan fasilitas yang wow sekali.

Di sudut resto ini ada piano, papan catur marmer dari India, dan coffee bar lengkap dengan aneka jenis kopi Indonesia, serta klethikan seperti kacang bawang, kacang telur, dan emping. Menu-menu yang disajikan semuanya khas semarangan, mulai dari sup mangut kepala manyung, nasi campur semarang, nasi goreng babat, ayam kremes, empal kelem, iga bakar begh, hingga garang asem ayam.

Resto ini menyambung dengan musala serta pendopo yang bisa menampung lebih banyak orang. Di bawah pendopo ada indoor wedding venue yang bisa menampung hingga 200 tamu, dan di belakangnya ada outdoor wedding venue. Ini adalah taman dengan dua danau kecil penuh ikan-ikan mas, dilengkapi air mancur, stepping stone, dan jembatan lengkung serta gazebo-gazebo.

Outdoor Wedding Venue dilihat dari Niwa Canting Resto

Outdoor Wedding Venue dilihat dari Niwa Canting Resto di lantai 2.

Outdoor Wedding Venue di Niwa Canting Resto & Homestay.

Tak hanya untuk wedding venue, jembatan di atas kolam ikan ini juga asyik untuk berfoto-foto.

Lantai tiga gedung ini digunakan sebagai mess karyawan, tempat pewarnaan, tempat nglorod (merebus kain batik untuk meluruhkan malamnya), serta tempat menjemur batik.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *