Museum kedua adalah The Marionette World, yang memajang koleksi aneka senjata terutama pedang dan senapan, dan juga koleksi… alat-alat penyiksaan tawanan! Untunglah ini ada di bagian akhir, jadi saya yang mulai mual karena ngeri bisa cepat-cepat keluar saja dan mampir ke toko suvenir untuk membeli buku.

Kapitelplatz yang menyenangkan. Di belakang tampak akses kereta kabel menuju benteng.
Turun dari benteng, saya memakai kereta kabel, yang disediakan gratis. Sampainya di Kapitelplatz di dekat Dom. Plaza Kapitel ini ditandai dengan patung seorang lelaki sedang berdiri di atas bola emas yang besar. Di sekitar sini para pelukis dan pemusik jalanan kembali memamerkan bakatnya.

Pelukis jalanan memajang karya di Kapitelplatz.
Patung-patung besar para santo menghiasi bagian depan bangunan bergaya Barok yang awalnya dibangun tahun 774 M ini. Di katedral ini pula Mozart dibaptis. Tapi saya tak sempat masuk ke gereja ini, karena sekarang sudah jam 3 sore. Saya terus berjalan menuju ke arah Hotel Sacher lagi. Tujuan saya sekarang adalah ke Mirabell Palace, tak jauh dari depan hotel. Waktu yang tersisa sebelum jam 5 sore akan saya manfaatkan untuk melihat-lihat istana ini.
Undak-undakan Suster Maria
Dua patung lelaki dalam posisi seperti hendak saling melempar sesuatu itu menyambut saya begitu memasuki taman depan istana yang panjang sekali. Bunga-bunga tulip berwarna putih, kuning, merah dan pink, serta bunga-bunga kecil aneka warna mengepung dari semua jengkal taman. Patung-patung dewa Yunani menghias di setiap sudut. Di depan sana, istana yang berbentuk kotak memanjang berdiri megah dengan jendelanya yang banyak.
Istana ini dibangun tahun 1606 oleh Prince-Archbishop Wolf Dietrich von Raitenau untuk kekasihnya, Salome Alt. Nama awalnya Altenau Palace, namun setelah Wolf Dietrich meninggal, Markus Sitticus von Hohenems sang penerus mengubah namanya menjadi Mirabell, yang artinya ‘indah’. Tamannya sendiri dibangun menyusul tahun 1690.

Mirabellgarten dengan air mancur dan aneka bunga di segala sudut. Gimana nggak kerasan tinggal di sini.
Sekarang ini Mirabell Palace berfungsi sebagai kantor walikota Salzburg dan kantor dinas-dinas lainnya. Namun yang membuatnya terkenal dan menyedot para wisatawan untuk berkunjung adalah halaman istananya ini, yang menjadi salah satu lokasi syuting film legendaris The Sound of Music. Si tokoh utama, Suster Maria, bermain bersama anak-anak Tuan Von Trapp dan menyanyikan Do-Re-Mi di air mancur patung kuda dan undak-undakan di samping kiri istana, kalau dari arah kita masuk. Dari halaman istana ini pula, kalau membalikkan badan, kita akan disuguhi pemandangan spektakuler kubah-kubah gereja yang mengepung kota Salzburg dan benteng Festung Hohensalzburg tadi.
Seru banget perjalanannnya.
Seru, ngos-ngosan, keringetan, bahu pegel, hahaha!
Koq saya jadi serasa berada disana yaaa…ruar biasa nih cerita Mas Teguh lengkap dan menggambarkan banget suasana disana jadi pengen ke Jerman hehe.
Saya pernah ke Viena tahun lalu jalan ke gereja St.Joseph keliling² mall sekitar sana beli parfum Lush sampai sekarang masih aweeet 😀😀😀
Memang waktu jalan-jalan ke Salzburg itu seru banget. Hampir semuanya pake jalan kaki, sampai ngos-ngosan dan kringetan juga karena mesti naik bukit ke benteng. 😂
Tapi worth it banget apalagi karena dikasih uang saku buat beli Sacher Torte. 🤩🤩
Parfum malah lupa, padahal itu favoritku jg kalo ke mana-mana oleh-olehnya parfum terutama yang travel size.
Duh wish list banget ini sih. Eropa tuh memang gampang banget bikin jatuh cinta ya Mas. Ya bangunannya, ya makanannya. Semua sepertinya perfect buat direkam kamera.
Saya loh takjub banget dengan signage besi (plang nama) toko-toko yang ada di jalan Getreidegasse. Sudahlah estetik, kombinasi warnanya juga vintage dan estetik banget. Saya mendadak dejavu pernah menemukan hal yang sama saat di Budapest. MashaAllah kenangan yang gak bakalan dilupakan sepanjang usia.
Waah di Budapest begitu juga ya plang tokonya?
Kalo jalan-jalan ke kota-kota di yurep ini kayaknya memang enak nongkrong di pinggir jalan yang antik gini sambil ngopi & ngemil kue lokal sambil liatin orang-orang pada lewat. Udah gitu aja nggak perlu ngos-ngosan naik bukit ke benteng. 😂😂