Masih banyak yang bisa dilihat di kompleks sanggar batik seluas 3.000 meter persegi ini. Tadi begitu memasuki gerbang, di sebelah kiri ada ‘rumah kampung’ berlantai kayu tempat pemilik sanggar ini, Mbak Umi S. Adisusilo, mencari inspirasi dan mendesain motif-motif batik. Di sampingnya ada galeri batik yang memajang berbagai produk sanggar ini, mulai dari kain batik, kebaya batik, baju-baju batik kontemporer karya para desainer, boneka batik, hingga buku-buku tentang batik yang ditulis Mbak Umi. Di sampingnya, ada studio jahit dengan belasan pekerja pria-wanita yang usianya masih 20-an, membuat pakaian batik untuk menyuplai galeri maupun memenuhi pesanan klien.

Salah satu sudut di galeri Sanggar Batik Semarang 16 yang memajang koleksi khusus.
Di sisi kanan dari gerbang ada warung untuk para driver tamu beristirahat, serta ini dia, yang paling baru, Ruang Koleksi Batik Semarang 16.
219 Halaman Buku Batik Besar
Ruang koleksi ini menempati satu rumah tersendiri yang dikelilingi kolam ikan, berdinding batubata merah dengan dua pintu dari jati kudus berukiran rumit. Di sini, ada sekitar 110 panel masing-masing setinggi dua meter yang memajang 219 motif kain Batik Semarang 16 yang sudah mendapatkan sertifikat HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

Ruang Koleksi Batik Semarang 16, tempat ‘membaca buku batik superbesar’.
Kedua sisi panel ini dilapisi kain batik dengan motif berbeda, masing-masing lengkap dengan label yang menyertakan nama motif, penjelasan singkat tentang motif itu, dan nomor HAKI-nya. Jadi kita seperti tengah membaca dan membolak-balik 219 halaman buku batik besar!

Sambil membolak-balik ‘buku bacaan’, tak ada salahnya berfoto-foto juga.