Sudah bisa diduga, para Pandawa akhirnya tertipu oleh Kresna palsu ini. Bahkan Kresna asli yang berusaha merebut kembali pusaka itu kalah sakti dengan Kresna palsu.

Petruk, Bagong, dan Gareng sedang berdebat.
Di tengah kekacauan itu, para punakawan yang terdiri dari Semar, Bagong, Petruk, dan Gareng muncul sebagai penghibur sekaligus penyelamat. Bahkan bisa dibilang maskot pertunjukan malam ini adalah Gareng, punakawan berbadan kecil dan bersuara cempreng. Dia tak henti-hentinya mengocok perut penonton dengan tingkah dan leluconnya yang kadang menyerempet isu-isu kekinian.

Sang raja raksasa takluk oleh Semar.
Akhirnya, berkat kesaktiannya, Semar berhasil menangkap Kresna palsu. Prabu Kolo Randu Kumbolo pun terpaksa mengembalikan pusaka Jamus Kalimasada, dan berubah ke wujud aslinya. Ternyata dia adalah Dewa Wisnu yang tengah menyamar untuk menguji Kresna. Di ujung cerita, Dewa Wisnu menghadiahi Kresna senjata Cakra Baskara, yang nantinya ikut berperan dalam menentukan kemenangan Pandawa atas Kurawa.

Dewa Wisnu menghadiahi Kresna senjata Cakra Baskara.
Pukul 22.40 pertunjukan drama tari ini pun selesai. Rasanya ini terlalu cepat buat saya. Gegap gempita gamelan pengiring dan hebohnya pertarungan dua Kresna masih menari-nari di dalam kepala. Lain waktu saya akan nonton lagi ah, dan dari balkon pastinya.
BOKS:
Wayang Orang Bharata
Jl. Kalilio (Jl. Pasar Senen) No. 15, Jakarta Pusat 14350
Pertunjukan setiap Sabtu, 20.00 – 22.30 WIB
Tiket: Kelas VIP Rp 100.000, Kelas I Rp 75.000, Kelas Balkon Rp 50.000
Pemesanan tiket: Endang (0858-8233-6684)