Indonesia, Journey

Dua Kresna di Bharata

Sudah bisa diduga, para Pandawa akhirnya tertipu oleh Kresna palsu ini. Bahkan Kresna asli yang berusaha merebut kembali pusaka itu kalah sakti dengan Kresna palsu.

Para punakawan, tokoh penghibur dalam wayang orang.

Petruk, Bagong, dan Gareng sedang berdebat.

Di tengah kekacauan itu, para punakawan yang terdiri dari Semar, Bagong, Petruk, dan Gareng muncul sebagai penghibur sekaligus penyelamat. Bahkan bisa dibilang maskot pertunjukan malam ini adalah Gareng, punakawan berbadan kecil dan bersuara cempreng. Dia tak henti-hentinya mengocok perut penonton dengan tingkah dan leluconnya yang kadang menyerempet isu-isu kekinian.

Pertunjukan wayang orang Bharata

Sang raja raksasa takluk oleh Semar.

Akhirnya, berkat kesaktiannya, Semar berhasil menangkap Kresna palsu. Prabu Kolo Randu Kumbolo pun terpaksa mengembalikan pusaka Jamus Kalimasada, dan berubah ke wujud aslinya. Ternyata dia adalah Dewa Wisnu yang tengah menyamar untuk menguji Kresna. Di ujung cerita, Dewa Wisnu menghadiahi Kresna senjata Cakra Baskara, yang nantinya ikut berperan dalam menentukan kemenangan Pandawa atas Kurawa.

Pertunjukan wayang orang Bharata

Dewa Wisnu menghadiahi Kresna senjata Cakra Baskara.

Pukul 22.40 pertunjukan drama tari ini pun selesai. Rasanya ini terlalu cepat buat saya. Gegap gempita gamelan pengiring dan hebohnya pertarungan dua Kresna masih menari-nari di dalam kepala. Lain waktu saya akan nonton lagi ah, dan dari balkon pastinya.

 

BOKS:

Wayang Orang Bharata
Jl. Kalilio (Jl. Pasar Senen) No. 15, Jakarta Pusat 14350
Pertunjukan setiap  Sabtu, 20.00 – 22.30 WIB
Tiket: Kelas VIP Rp 100.000, Kelas I Rp 75.000, Kelas Balkon Rp 50.000
Pemesanan tiket: Endang (0858-8233-6684)

Standard

4 thoughts on “Dua Kresna di Bharata

  1. Hani says:

    Seru ya menonton wayang tuh. Kalau ada kesempatan pengen nonton WO lagi. Engga duga, penonton masih antusias dan nonton sampai selesai…

    • Iya, seru banget. Musik gamelannya begitu membahana, narinya juga bagus-bagus. Nggak ada penonton yang beranjak sebelum pertunjukan usai. Highly recommended.

  2. Selalu terkesan dengan kemampuan mereka merias diri. Kelihatan luwes banget ya Mas. Dan masa-masa ini tuh jadi saat terbaik untuk mengambil foto. Ada sebuah pemandangan langka yang jarang bisa dinikmati oleh banyak orang. Lucky you!!

    • Iya, padahal skenarionya cuma outline saja, nggak detail sampai percakapan-percakapannya. Tapi para pemain bisa berimprovisasi dengan sempurna. Narinya juga luwes banget, apalagi di kemampuan merias diri. Sepertinya semua pemain menguasai skill ‘make-up artist’ ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *