Indonesia, Journey

Dua Kresna di Bharata

Pertunjukan wWayang oOrang Bharat dengan lakon Kresna Kembar

Siapa sangka, untuk menonton sebuah pertunjukan jadul saja ternyata perlu nge-war tiket.

 

Gedung dua lantai itu tampak berbeda, meski kanan-kirinya dihimpit oleh hotel dan gedung-gedung tua di tepi Jalan Pasar Senen yang sibuk. Sebuah gunungan—lambang alam semesta dalam dunia pewayangan—bertengger di atas tulisan ‘Bharata’ yang diapit oleh dua naga. Di bawahnya, tepat di depan pintu masuk, dua patung raksasa Dwarapala memegang gada, seakan siaga menjaga gedung ini.

Saya masuk ke lobi dan disambut oleh lukisan dinding tokoh Bima sedang bertarung dengan seekor naga di tengah lautan. Ini adalah fragmen dari kisah Dewa Ruci dalam epos Mahabharata. Lukisan ini diapit oleh ondel-ondel pria dan wanita. Agak lucu, tapi mungkin ini untuk melambangkan perpaduan budaya antara Solo-Jawa—dari mana wayang orang ini berasal—dengan Betawi-Jakarta. Selepas magrib ini, lobi gedung ini ternyata sudah ramai oleh para penonton. Mereka antri di loket untuk menukar bookingan tiket dengan nomor kursi.

Saya segera masuk melewati tirai di sisi kiri gedung begitu mendapat nomor kursi. Ini adalah lorong ‘belakang layar’ di mana para niyaga  atau penabuh gamelan tengah berkumpul. Mereka mengenakan blangkon, beralas kaki selop, bersarung batik, dan berbaju beskap merah. Sepertinya warna bajunya sudah berubah sedikit. Dulu merah marun, sekarang merah cerah.

Niyaga atau penabuh gamelan kesenian wayang orang

Seorang niyaga dengan seragam merah khasnya.

Standard

4 thoughts on “Dua Kresna di Bharata

  1. Hani says:

    Seru ya menonton wayang tuh. Kalau ada kesempatan pengen nonton WO lagi. Engga duga, penonton masih antusias dan nonton sampai selesai…

    • Iya, seru banget. Musik gamelannya begitu membahana, narinya juga bagus-bagus. Nggak ada penonton yang beranjak sebelum pertunjukan usai. Highly recommended.

  2. Selalu terkesan dengan kemampuan mereka merias diri. Kelihatan luwes banget ya Mas. Dan masa-masa ini tuh jadi saat terbaik untuk mengambil foto. Ada sebuah pemandangan langka yang jarang bisa dinikmati oleh banyak orang. Lucky you!!

    • Iya, padahal skenarionya cuma outline saja, nggak detail sampai percakapan-percakapannya. Tapi para pemain bisa berimprovisasi dengan sempurna. Narinya juga luwes banget, apalagi di kemampuan merias diri. Sepertinya semua pemain menguasai skill ‘make-up artist’ ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *