Indonesia, Journey

Dua Kresna di Bharata

Saya terus ke belakang dan sampai di bagian rias para pemain wanita. Enam gadis muda berpakaian kemben khas pemain wayang, tengah berlatih mematangkan tarian. Di belakangnya, para wanita yang lebih dewasa dan memakai kebaya, mematut-matut diri di depan cermin untuk menyempurnakan riasan. Dua wanita yang lebih tua, yang menjadi penata kostum dan make-up, membantu memasangkan bengkung (kain pengencang perut) ke seorang pria muda yang tampak kesulitan.

Pemain Wayang Orang Bharata sedang merias diri.

Fokus menyempurnakan riasan.

Saya merasa kikuk untuk memotret mereka—terutama para gadis muda itu—jadi saya naik tangga putar di sudut lorong, dan sampai di lantai dua. Di sini tak kalah ramainya, karena ini tempat rias para pemain pria. Ada yang tengah memulas pipi, menghitamkan bulu mata, memerahkan bibir, memasang wig, maupun membetulkan cambang atau kumis palsu. Setiap pemain sepertinya mesti bisa merias diri, tak memandang jenis kelamin. Namun mereka juga saling membantu terutama saat memakaikan kostum wayang yang banyak pernak-perniknya itu. Beberapa anak kecil berlari-larian di lorong rias ini, membuat kesibukan dan kemeriahan menjadi makin terasa.

Pemain wayang orang Bharata sedang merias diri.

Sini aku bantu rapikan.

Pemain wayang orang Bharata sedang merias diri.

Peralatan make-up menjadi barang wajib para pemain.

Anak dan pemain wayang orang Bharata.

Anak-anak ikut melihat bagaimana orangtua mereka bekerja.

Standard

4 thoughts on “Dua Kresna di Bharata

  1. Hani says:

    Seru ya menonton wayang tuh. Kalau ada kesempatan pengen nonton WO lagi. Engga duga, penonton masih antusias dan nonton sampai selesai…

    • Iya, seru banget. Musik gamelannya begitu membahana, narinya juga bagus-bagus. Nggak ada penonton yang beranjak sebelum pertunjukan usai. Highly recommended.

  2. Selalu terkesan dengan kemampuan mereka merias diri. Kelihatan luwes banget ya Mas. Dan masa-masa ini tuh jadi saat terbaik untuk mengambil foto. Ada sebuah pemandangan langka yang jarang bisa dinikmati oleh banyak orang. Lucky you!!

    • Iya, padahal skenarionya cuma outline saja, nggak detail sampai percakapan-percakapannya. Tapi para pemain bisa berimprovisasi dengan sempurna. Narinya juga luwes banget, apalagi di kemampuan merias diri. Sepertinya semua pemain menguasai skill ‘make-up artist’ ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *