Indonesia, Journey

Dua Kresna di Bharata

Saya terus ke belakang dan sampai di bagian rias para pemain wanita. Enam gadis muda berpakaian kemben khas pemain wayang, tengah berlatih mematangkan tarian. Di belakangnya, para wanita yang lebih dewasa dan memakai kebaya, mematut-matut diri di depan cermin untuk menyempurnakan riasan. Dua wanita yang lebih tua, yang menjadi penata kostum dan make-up, membantu memasangkan bengkung (kain pengencang perut) ke seorang pria muda yang tampak kesulitan.

Pemain Wayang Orang Bharata sedang merias diri.

Fokus menyempurnakan riasan.

Saya merasa kikuk untuk memotret mereka—terutama para gadis muda itu—jadi saya naik tangga putar di sudut lorong, dan sampai di lantai dua. Di sini tak kalah ramainya, karena ini tempat rias para pemain pria. Ada yang tengah memulas pipi, menghitamkan bulu mata, memerahkan bibir, memasang wig, maupun membetulkan cambang atau kumis palsu. Setiap pemain sepertinya mesti bisa merias diri, tak memandang jenis kelamin. Namun mereka juga saling membantu terutama saat memakaikan kostum wayang yang banyak pernak-perniknya itu. Beberapa anak kecil berlari-larian di lorong rias ini, membuat kesibukan dan kemeriahan menjadi makin terasa.

Pemain wayang orang Bharata sedang merias diri.

Sini aku bantu rapikan.

Pemain wayang orang Bharata sedang merias diri.

Peralatan make-up menjadi barang wajib para pemain.

Anak dan pemain wayang orang Bharata.

Anak-anak ikut melihat bagaimana orangtua mereka bekerja.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *