Batik Semarang 16 Motif Lawang Sewu
Indonesia, Journey

10 Destinasi Wajib Kunjung di The Little Netherlands

Tapi sebenarnya, selain untuk berfoto-foto, aktivitas para penambang di sini juga bagus untuk diamati. Mereka itu pekerja keras dengan bayaran minim. Coba lihat di video ini:

Kalau lagi beruntung, dalam sehari, satu kelompok pemecah batu yang terdiri dari empat orang itu bisa menghasilkan satu truk pecahan batu, yang dihargai Rp 100.000. Tapi kalau truk yang membeli batu itu tidak datang -kadang hingga berhari-hari- maka mereka pun hanya bisa berharap, sambil mengelus saku bajunya yang makin menipis.

Waktu terbaik berkunjung:
Pagi pukul 05.30-08.00 atau sore pukul 16.00-18.00

9. Mandi Asap di Bandarharjo

Bersiap-siaplah keringatan dan mandi asap kalau ke Kampung Bandarharjo. Ini sebenarnya memang bukan tempat wisata, melainkan sentra pembuatan mangut alias ikan asap yang menjadi menu kuliner khas kota Semarang, selain tahu gimbal dan lunpia. Menu sayur mangut ini terkenal kelezatan dan pedasnya, dan pasti ada di setiap warung makan di Semarang. Tapi sebagian besar orang -bahkan orang lokal sendiri- tidak tahu dari mana asal mangutnya.

Kampung Bandarharjo Semarang

Pusat pengasapan mangut Bandarharjo. Meski terkesan kumuh dan bau, tapi tetap fotogenik saat difoto.

Lokasi Kampung Bandarharjo ini diapit Jalan Arteri Utara dan Kali Semarang. Daerah ini terkenal sering terkena rob alias intrusi air laut, jadi lokasinya kadang becek dan berbau. Meski ini sentra pembuatan mangut, tidak ada juga warung makan penyedia menu mangut di sini. Mangut-mangut ini akan diambil oleh para pengepul atau pedagang besar, untuk didistribusikan ke pedagang-pedagang ikan di pasar-pasar di Semarang dan Jawa Tengah. Jadi main ke sini memang bukan buat wisata kuliner juga, hahaha!

Tapi tempat ini surga buat yang suka foto-foto human interest. Melihat para simbok paruh baya berjibaku dengan asap dari batok dan sabut kelapa, sambil tangannya tak henti membolak-balik potongan ikan di ram kawat yang panas, adalah aktivitas anti-mainstream yang tidak sekali dalam setahun bisa kita lihat. Terlebih jika kita tahu bahwa dengan pekerjaan seperti itu mereka hanya mendapat upah sekitar Rp 40.000 per hari. Lihat di video ini:

Makanya sebagai wujud simpati dan dukungan bagi mereka, tak ada salahnya kita membeli mangut di situ untuk dibawa pulang dan diolah menjadi sayur di rumah. Tapi jangan lupa, begitu sampai di hotel -jangan langsung ke bandara- sebaiknya kita mandi keramas dan semua pakaian yang kita kenakan saat ke sentra mangut tadi dikirim ke bagian laundry.

Waktu terbaik berkunjung:
Pagi pukul 09.00-10.30

10. Batik Semarang 16: Shop, Eat, Sleep

Kalau sudah ke Brown Canyon, sayang banget kalau tidak mampir ke Sanggar Batik Semarang 16. Sebab lokasinya hanya 5 menit berkendara dari situ, tepatnya di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang Selatan. Bukan karena cuma lokasinya yang dekat, tapi sanggar batik ini sendiri juga merupakan one-stop destination yang memadukan wisata industri kreatif, wisata belanja, wisata edukasi, dan wisata leisure.

Eh, memang Semarang punya batik?

Batik Semarang 16 Meteseh Semarang

Pembuatan batik dari A sampai Z ada di Sanggar Batik Semarang 16, dan siapa pun boleh belajar membatik di sini.

Punya doong, bahkan sejak zaman kolonial Belanda. Nggak kalah dengan pusat-pusat batik lain di pesisir utara Jawa seperti Pekalongan, Lasem, dan Cirebon. Cuma semenjak tahun 1970-an kerajinan batik di Semarang ini mati suri, dan baru muncul kembali tahun 2005 atas kegigihan Ibu Umi S. Adisusilo, pendiri Sanggar Batik Semarang 16 ini.

Di sanggar batik yang luas dan asri ini kita bisa melihat proses pembuatan batik dari awal hingga akhir. Mulai dari menenun kain dengan alat tenun tangan maupun mesin, merancang motif batik, membuat alat cap batik, mencanting, mencelup ke zat warna, hingga studio jahit dan galeri untuk memajang aneka produk batik. Berbagai kearifan lokal semarangan sudah diabadikan menjadi ribuan motif batik sanggar ini, baik dalam bentuk batik tulis maupun lempengan-lempengan cap batik, yang juga dibuat di sini. Kita bisa melihatnya di Perpustakaan Cap Batik, dan di Ruang Koleksi Batik Semarang 16, yang memajang 219 motif batik sanggar ini yang telah mendapat pengakuan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Ruang Koleksi Batik Semarang 16

Ruang Koleksi Batik Semarang 16, melukiskan berbagai aspek kehidupan kota Semarang ke dalam motif-motif batik.

Standard

2 thoughts on “10 Destinasi Wajib Kunjung di The Little Netherlands

    • Hahaha, selfie-selfie ya bagus laah. Ini juga tulisan dari berkunjung berkali-kali ke Semarang, jadi memang nggak cukup kalau cuma sekali doang. 😅

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *