Aletsch Gletscher Jungfrau Region Switzerland
Journey, Mancanegara

Sensasi Alpen di Perut Gunung Jungfrau

Saya bisa menceritakan ini semua karena sekarang ini saya hendak mengunjungi kembali destinasi Top of Europe ini untuk yang… ketiga kalinya.

Ide Gila di Secarik Kertas

Jungfraubahn di Kleine Scheidegg Switzerland

Dari balik kabut salju, kereta Jungfraubahn yang ditunggu akhirnya datang.

Kereta merah bertuliskan Jungfraubahn yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Tak lama, kereta pun mulai bergerak lambat dengan posisi menanjak. Maklum, Kleine Scheidegg ini berada di ketinggian 2.061 mdpl, sementara Jungfraujoch di 3.454 mdpl. Tidak heran jika jalur kereta api listrik ini mempunyai gerigi di tengahnya, yang berfungsi menahan kereta supaya tidak merosot lagi. Karena kebutuhan daya listrik yang tinggi untuk mendorong kereta, di jalur sepanjang sekitar 10 km ini hanya satu kereta yang boleh naik dalam satu waktu. Energi listrik yang dihasilkan dari kereta yang turun juga disimpan untuk digunakan membantu kereta yang naik.

Sepanjang jalan, yang terlihat hanya salju dan salju, yang menimbuni pohon-pohon pinus, cemara gunung, dan pondok-pondok kayu yang biasanya disewakan saat musim panas. Musim dingin ini hampir berakhir, tapi yang menakjubkan, salju masih berlimpah di mana-mana. Dan setelah melewati stasiun Eigergletscher, tidak ada lagi pemandangan yang bisa dilihat, karena sekarang kami berada di dalam terowongan di dalam perut gunung!

Jalur kereta ini berawal dari ide gila Adolf Guyer-Zeller, seorang industriawan Swiss yang memimpikan adanya jalur kereta api dari Kleine Scheidegg menembus tiga gunung, Eiger, Monch, Jungfrau, hingga ke puncak Jungfrau. Ide yang ditulis di selembar kertas pada 27-28 Agustus 1893 itu disetujui Parlemen Federal Swiss pada 21 Desember 1894. Jalur kereta impian itu pun akhirnya terwujud 19 tahun kemudian, meski sang penggagas sendiri meninggal lebih dahulu tahun 1899 akibat pneumonia. Anak-anaknyalah yang meneruskan.

Karena kesulitan finansial saat pembangunannya, jalur kereta itu tidak sampai ke puncak Jungfrau, melainkan hanya sampai Jungfraujoch, sekitar 704 meter di bawah puncak. Stasiun kereta tertinggi di Eropa ini pun resmi dibuka pada 1 Agustus 1912. Sekarang, selain mengelola jalur Kleine Scheidegg-Jungfraujoch, Jungfrau Railway juga mengelola jalur Wengernalp, Harder Kulm, dan Lauterbrunnen-Murren, yang kesemuanya masih di wilayah Jungfrau Region.

Little Dreams of Switzerland

Kereta kami berhenti di stasiun Eigerwand (2.865 mdpl), di dalam perut Gunung Eiger. Para penumpang turun untuk melihat ‘dunia luar’ dari kaca pandang di dinding gunung ini. Saat cuaca cerah, kita bisa melihat kota Kleine Scheidegg dan Grindelwald, serta gunung-gunung, lembah, dan padang rumput hijau yang membentang hingga jauh sekali. Sayang, saat ini sepertinya tengah badai salju di luar, sehingga yang saya lihat hanya salju dan kabut putih kelabu.

Stasiun Eismeer di perut Gunung Monch, Switzerland

Granit, bongkahan es, dan salju yang menyelimuti puncak gunung, dilihat dari Eismeer.

Di stasiun berikutnya, Eismeer, yang ada di perut Gunung Monch, cuaca berubah menjadi bagus. Pemandu saya, Roland Fontanive, mengajak saya menyusuri sebuah terowongan menurun yang sepertinya jarang dipakai. Begitu pintu besi di ujung terowongan dibuka, udara dingin langsung menerpa. Saya bisa melihat langsung batu-batu granit gunung dan bongkahan-bongkahan salju besar di kanan saya. Puncak-puncak gunung di kejauhan sana hanya terlihat sedikit saja. Aletschgletscher ada di bawah saya dan tertutup awan putih yang menyelimuti hingga ke puncak-puncak gunung.

Standard

2 thoughts on “Sensasi Alpen di Perut Gunung Jungfrau

  1. Siti Rahayu says:

    Alhamdulillah.. Sy jg sdh prnah ke Jungfrau pd Okt 2022 yg lalu. Tp seneng jg membaca cerita anda👍🏼👍🏼👍🏼

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *