Christ Churcj di Melaka Malaysia
Journey, Mancanegara

Semalam di Melaka

Kegiatan river cruise juga dilakukan pagi hari mulai pukul 9. Air Sungai Melaka konon sudah melalui penyaringan dulu berkali-kali, sehingga terlihat bening kehijauan dan bebas dari sampah. Biayanya 30 RM untuk orang dewasa dan 25 RM untuk anak-anak (2-12 tahun), di bawah 2 tahun gratis. Cek river cruise Melaka di malam hari di sini:

Melaka memang penuh warna. Kalaupun misalnya kita punya waktu semalam saja, kita dapat menikmati hampir semuanya, karena semua lokasi dan atraksi wisatanya berdekatan. [T]

BOKS 1:
Inspirasi dari Seekor Pelanduk

Melaka didirikan tahun 1396 oleh Parameswara, seorang pangeran dari Palembang yang menyingkir karena negerinya diserang Majapahit. Saat sedang beristirahat di bawah pohon dalam perjalanannya mencari negeri baru, dia melihat seekor pelanduk putih yang dengan gagah berani melawan seekor anjing yang menyerangnya, hingga anjing itu tercebur ke sungai. Parameswara melihat itu sebagai pertanda baik, dan dia pun mendirikan kerajaan baru di lokasi itu, dan menjadi raja dengan gelar Sultan Iskandar Shah. Nama Melaka diambil dari nama pohon tempat dia beristirahat, yang tak lain merupakan pohon indian gooseberry. Buahnya sebesar anggur hijau namun teksturnya keras dan berasa pahit-sepat.

Melaka yang kaya warna

Percampuran berbagai budaya membuat Melaka cantik dan kaya warna.

Era Kesultanan Melaka berakhir pada tahun 1511 ketika Melaka diduduki Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Saat itu Melaka dipimpin oleh Sultan Mahmud Shah, sultan ketiga. Sang Sultan menyingkir ke Perak dan anaknya, Sultan Kassim, menjadi sultan pertama negeri Perak. Upaya keturunan (atau yang mengaku sebagai keturunan) sultan tidak pernah berhasil mengklaim kembali tahta Kesultanan Melaka, sehingga Melaka menjadi salah satu dari empat negara bagian Malaysia yang tidak dipimpin oleh sultan melainkan gubernur (bersama negara bagian Penang, Sabah, dan Serawak). Mungkin ini sebuah ironi, karena Melaka-lah yang konon menjadi cikal-bakal kesultanan-kesultanan lain di Malaysia.

Portugis menguasai Melaka hingga 1641. Belanda kemudian merebutnya dan menguasai sampai tahun 1795. Inggris kemudian mengambil alih. Tahun 1818 Melaka dikembalikan lagi ke Belanda, namun pada tahun 1824 Melaka dikembalikan lagi ke Inggris oleh Belanda, dengan imbalan Belanda mendapatkan Bengkulu. Melaka sempat jatuh ke pendudukan Jepang selama masa 1942-1945, lalu kembali dikuasai Inggris, dan kemudian menjadi bagian dari Malaysia yang merdeka pada 31 Agustus 1957.

Kepopuleran Melaka sejak dahulu sebagai pelabuhan perdagangan laut, dan dikuasainya Melaka oleh bangsa-bangsa yang berbeda membuat Melaka punya kebudayaan yang unik, percampuran dari Melayu, China (yang dikenal sebagai budaya ‘peranakan’ atau ‘Baba dan Nyonya’), India, Portugis, Belanda, dan Inggris. Bahkan di Melaka ada satu kampung yang dinamai Kampung Jawa.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *