Meski namanya Gua Lauk, kami tak menjumpai seekor ikan pun. Atau mereka segera menyingkir ketika mendengar langkah-langkah kami? Kelelawar juga tidak kami temui. “Berbeda kalau ke Gua Lalay, kelelawarnya banyak, dan bau,” tutur Kang Endam. Cuma, udara di dalam gua ini dingin. Ditambah dinginnya air yang merendam badan, sebagian teman saya menggigil. Setelah menyusuri gua sejauh sekitar 500 meter, Kang Endam pun membawa kami kembali keluar. Wah, lega rasanya.

Jump! Jump! Yihaaa!
Kami berjalan kembali menuju mobil, dan ini butuh waktu lebih lama, sehingga ketika akhirnya sampai di rumah Kang Hendi, kami semua ‘tumbang’ karena kecapekan. Tapi kami semua puas, apalagi ketika pulang kembali ke Jakarta, kami mampir ke pusat durian jatuhan Haji Arief, tak jauh di utara kota Pandeglang. Akhir pekan itu pun ditutup dengan pesta durian yang meriah!
BOKS:
Mau ke Sawarna?
Sawarna bisa dicapai melalui rute Jakarta-Serang-Pandeglang-Malingping-Bayah, dengan jarak sekitar 230 km dan waktu tempuh 6-7 jam. Bisa juga melalui rute Jakarta-Cibadak (Sukabumi)-Cisolok-Sawarna, yang ditempuh dengan waktu hampir sama. Rute kedua ini sekarang lebih disukai, karena kondisi jalannya bagus. Dengan berbekal peta atau GPS, berkendara sendiri atau naik angkutan umum ke Sawarna juga dimungkinkan.

Antara gembira dan deg-degan di Sawarna.
Untuk urusan penginapan, makan, dan pemandu, bisa kontak Kang Hendi (0818-08486202), Andri Hudaya (0818-06211257), Ibu Nenda (0877-72095744), atau Ibu Widi (0859-20031692).