
Lobi lantai dasar Centara Grand Hotel, Bangkok [Dok. Centara Grand Hotel]
Begitu turun ke lantai 1, ternyata sudah tidak ada siapa-siapa, termasuk panitia yang menyambut saya tadi. Oleh resepsionis saya disarankan ke lobi atas, di lantai 23, siapa tahu dinner-nya di lantai itu. Saya ke lantai 23, kata waitress di situ dibilang, dinner-nya di lantai 24, di Ginger Restaurant. Saya pun ke sana.
Memang benar, ada dinner di lantai 24, diadakan TAT juga, tapi ternyata… untuk rombongan dari Jepang dan Asia Timur! Untung Mr. N, salah seorang panitia dari TAT, ada di situ, dan dia menjelaskan ke waiter, untuk mengantar saya ke Centralworld, karena dinner untuk rombongan dari ASEAN diadakan di sana. Dia menyebutkan nama restorannya -yang tidak terlalu jelas saya dengar- di lantai 6.
Saya dibawa si waiter, seorang pemuda yang masih culun dan baru bekerja di situ (ya iyalah, orang hotelnya aja baru buka sebulan lalu!), ke lantai 7. Ternyata dari situ ada connecting door ke Centralworld, meski harus melewati tempat parkir. Setelah melewati sebuah supermarket dan foodcourt, langkah kami terhadang oleh keramaian pengunjung yang tengah mengelu-elukan seorang bintang film Thailand. Maklum, saat itu di Centralworld tengah menjadi pusat pemutaran film untuk Bangkok International Film Festival. Kami pun memutar, dan turun ke lantai 6.
Ternyata tidak mudah juga mencari restoran itu, karena seluruh lantai ini merupakan tempat berlokasinya semua restoran di Centralworld. Dan Centralworld sendiri mengklaim sebagai mal paling besar se-Asia Tenggara dan Hong Kong. Jadi bisa dibayangkan besarnya.
Setelah ngos-ngosan, kami akhirnya sampai ke restoran yang dicari si waiter (sampai sekarang saya masih lupa nama resto itu). Tapi, setelah sampai, kok tidak ada satupun pengunjung yang saya kenal? Pak W yang saya telepon, teleponnya nggak diangkat-angkat. Waduh, celaka deh.
Akhirnya kami balik lagi ke Centara yang di lantai 24 itu, ke Mr. N. Kali ini melalui lantai dasar mal, dan setelah keluar, kami masuk ke Centara melalui lobi lantai dasar. Mr. N tampak merasa kasihan -atau kesal ke saya- lalu dia menelepon seorang panitia temannya yang kebetulan ikut dinner di Centralworld itu. Si waiter tadi, meski tak berhasil menunjukkan saya ke restoran yang ‘benar’, saya kasih tip juga 100 baht.
Si panitia teman Mr. N akhirnya datang juga, dan saya diajaknya melalui rute yang diambil si waiter tadi waktu pulang: keluar dari lobi di lantai 1, terus nyebrang ke Centralworld, terus naik tangga berjalan mulai dari lantai 1 sampai lantai 6, dan akhirnya kami sampai di… restoran yang tadi!!!
Hiks! Ternyata grup dinner kami menempati tempat di pojok, yang tidak kelihatan dari bagian lain resto. Piring-piring sebagian sudah kosong dan orang-orang sibuk makan. Untung beberapa orang saja yang heran melihat saya baru nongol belakangan. Mrs. J, sang direktur TAT yang mengundang dinner, tergopoh-gopoh menghampiri saya dengan wajah cemas. “Aduh, Teguh, kamu dari mana saja? Ayo, makan, makan. Mana tom yam-nya? Teguh, kamu mau wine?” Dia bukannya marah, tapi malah berusaha menyenang-nyenangkan saya. Wah, saya salut sekali sama beliau.