Indonesia, Journey

Menjelajah 12 Destinasi Instagrammable di Kaki Langit

Spot foto yang paling bagus di sini menurut saya adalah objek kereta kencana dengan kuda terbangnya, yang cuma bayar Rp 3.000 untuk berfoto-foto sepuas mungkin, kalau tidak ditunggu pengunjung yang lain.

Sunrise-keren-di-Bukit-Panguk-Desa-Wisata-Kakilangit

Jangan sampai lepaskan spot ini sewaktu di Bukit Panguk.

Saya membuat video timelapse dengan ponsel di spot ini, sambil memotret-motret dengan kamera. Alhamdulillah dapat foto bagus dengan latar belakang matahari bulat yang baru muncul. Tapi video timelapse-nya miring dan banyak ‘bocornya’ karena para pengunjung berlalu-lalang atau berhenti di depan saya untuk antre foto, hahaha!

Spot-foto-sunrise-keren-Bukit-Panguk-Desa-Wisata-Kakilangit

Kakak Roz dari Malaysia hendak terbang.

Karena masih satu arah, kami mampir ke Bukit Mojo, melewati jalan beton yang masih baru, dan pemandangan Desa Gumelem di pinggir jalan yang aduhai asri dan tenangnya, yang memaksa kami untuk berhenti dan mengambil gambar.

Spot-foto-instagrammable-Bukit-Mojo-Desa-Wisata-Kakilangit

Maaf saya baru merangkak dari jurang di bawah. Wkwkwkwkwk!

Tapi Bukit Mojo-nya sendiri sepi dan penjaganya baru datang begitu kami hendak pulang. Karena bukit ini menghadap ke barat, akan lebih cocok kalau ke sini sore menjelang sunset.

Hobbit Jalan-jalan? Ke sini!

Kini tinggal destinasi terakhir yang akan kami kunjungi sebelum check out, dan pilihannya jatuh ke… Seribu Batu dan Rumah Hobbit. Ini satu lokasi dan ternyata tempatnya malah yang paling dekat dari homestay, sekitar 2 menit berkendara.

Rumah-Hobbit-Seribu-Batu-Desa-Wisata-Kakilangit

Selamat datang di Hobbiton made in Bantul.

Saya tidak sempat menghitung jumlah batunya apakah benar seribu atau tidak karena suasana lansekap tempat ini membuat saya langsung terpesona. Keteduhan, kerapian penataan objek-objek fotonya, sampai ke warung-warung penjual makanan dan musala serta toiletnya, begitu rapi seperti ditata oleh ahli lansekap profesional. Bahkan daftar harga makanannya dipampangkan di banner yang cukup besar sehingga para pengunjung tidak perlu bertanya-tanya harga lagi di setiap warung.

Sebuah jembatan kayu yang disebut Jembatan Jomblo (hahaha!) langsung mengarah ke dua Rumah Hobbit yang berjejer dan berwarna-warni. Di samping kanannya, dua buah batu raksasa memisahkan rumah ini dengan dua deret rumah kayu dengan jalan di tengahnya yang menaik, dan sudah jelas jadi kerumunan pengunjung karena ini bisa jadi latar belakang yang sempurna untuk foto instagram.

Rumah-Hobbit-Seribu-Batu-Desa-Wisata-Kakilangit-Bantul

Generasi zaman old yang denial pingin kayak milenial.

Akhirnya kami memilih berfoto-foto di Rumah Hobbit yang di sisi kanan, dan mendadak saya kok kepikiran, kapan bisa punya rumah model kayak gini. Di depan pagar rumah ada kotak surat bertuliskan Hobbiton, lalu undak-undakan batu dengan kursi kayu di kanan kirinya, lalu dua patung manusia pendek mengapit pintu bulat, dan dua jendela di kanan-kiri yang juga berbentuk bulat. Rasanya nggak perlu lagi pergi jauh-jauh ke Rumah Hobbit di Selandia Baru. Di sini pun damainya sama.

Rumah-Hobbit-Seribu-Batu-Desa-Wisata-Kakilangit-Bantul-Jogja

Jangan sedih, Bit, aku kan kembali!

Meski belum puas karena belum bisa eksplor semua 12 destinasi digital di sini -bahkan di Rumah Hobbit ini belum kami jelajahi semua- kami bertiga mesti beranjak dari sini karena siang nanti kami akan ke Magelang.

Menuntaskan perjalanan kami di Kaki Langit dan merayakan pertemanan baru dengan tiga driver setia kami, kami pun makan sate dan tongseng kambing yang endess banget di warung Mbak Sumikem, arah ke kota kecamatan Dlingo.

Sampai berjumpa lagi Kaki Langit, segera! [T]

 

BOKS:
Menuju Kaki Langit

Jip-dan-homestay-Desa-Wisata-Kakilangit-Bantul

Jip-jip sudah siap di depan homestay. [Dok. Sekretariat Desa Wisata Kaki Langit]

Desa Mangunan terletak 22 kilometer tenggara Jogja, di pinggir jalan raya menuju Wonosari, Wonogiri. Sangat mudah mencapai tempat ini kalau memakai sepeda motor atau mobil pribadi, karena namanya sudah ada di Google Maps. Begitu juga memakai bus antarkota, tinggal mencari jurusan Wonosari di Terminal Giwangan Jogja.

Memakai ojek motor atau mobil online juga bisa dari Jogja. Dengan Gojek/Grabbike bayar sekitar Rp 45.000. Kalau memakai Gocar/Grabcar bayar 1,5-2 kali lipatnya, dan lebih ekonomis jika jalan bareng bersama teman-teman. Untuk menginap, para staf di sekretariat Kaki Langit seperti Mas Khoirudin (0896-7194-9839) atau Mas Kencrung (0818-0417-1750) bisa membantu memesankan homestay. Kalau berencana menginap di akhir pekan, memesan jauh hari sangat disarankan. Di hari kerja, Anda lebih leluasa memilih homestay yang mana.

Sinyal ponsel yang paling kuat Telkomsel. Sinyal operator lain kadang kurang bagus saat di homestay atau di spot wisata. Untuk menjelajah semua spot wisata Kaki Langit, pilihannya bisa ojek, jip, atau menyewa mobil di Homestay Joyo (Rp 350.000 per hari). Ojek belum punya tarif resmi, tapi patokannya sekitar Rp 75.000-100.000 per hari.

Standard

14 thoughts on “Menjelajah 12 Destinasi Instagrammable di Kaki Langit

    • Iya banyak sekali. Saya 3 hari 2 malam saja masih kurang. Tapi dari artikel ini kira-kira bisa disimpulkan mana yang diprioritaskan kalau jalan bareng keluarga (Rumah Hobbit udah pasti). Sebaiknya memang nginap ya di homestay yang ada di Mangunan supaya lebih santai jalan-jalannya.

  1. Terakhir ke Kebun Mangunan dan Pinusan Asri sekitar 3 tahun yang lalu, belum sebagus ini spot-spotnya. Foto-fotonya keren MasTeg, bikin mupeng pengen traveling beberapa hari lagi kesana. Makasih yaa…

    • Kalau yang Kebun Buah Mangunan cenderung ‘plain’ ya. Menurutku lebih bagus Jurang Tembelan, Bukit Panguk, Puncak Becici, terus yang must-visit itu Seribu Batu dan Rumah Hobbit. Sama Lukis Api! Selamat menjelajah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *