River cruise di Sungai Seine Paris dengan Katedral Notre Dame di latar belakang
Journey, Mancanegara

Menikmati Paris dari Seine

Berseberangan dengan Musee d’Orsay adalah Taman Tuileries yang cantik namun sayang tak begitu terlihat dari atas kapal, lalu Museum Louvre. Bagi orang yang baru pertama ke Paris, dan terlebih baru melihat peta rute Bateaux Mouches sekarang ini, agak sulit untuk membedakan puluhan gedung penting yang berjejer di kedua sisi sungai. Penyebabnya satu: hampir semua gedung ini punya gaya bangunan yang sama, kokoh memanjang, dengan warna dinding yang hampir sama pula. Kalau tidak krem ya cokelat muda.

Museum Louvre Paris

Salah satu koleksi Museum Louvre. Perlu waktu tersendiri untuk mengeksplorasi museum ini. [Dok. Atout France]

Gedung Musée d’Orsay, Museum Louvre, dan banyak lagi gedung-gedung kuno sepanjang Sungai Seine ini bergaya arsitektur Beaux-Arts. Aliran arsitektur ini populer mulai akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, dan ditandai dengan gaya bangunannya yang megah, simetris, dan berhias ornamen-ornamen klasik terutama patung-patung. Tak heran jika saya melewatkan begitu saja bangunan Museum Louvre (tepatnya, bagian belakang gedung), karena gaya bangunannya yang sama dengan gedung-gedung di sebelahnya. Oh ya, meski piramida kaca Louvre yang ada di samping museum itu sejajar dengan sungai, saya tak bisa melihatnya dari kapal karena terhalang gedung-gedung lainnya. Sepertinya saya mesti datang langsung ke museumnya, tak cukup kalau hanya menikmati dari kejauhan.

Katedral di Tengah Pulau

Kapal wisata kini memasuki alur sungai yang lebih sempit, karena aliran Sungai Seine ini sekarang terbagi dua oleh adanya dua pulau yang berjejer di tengahnya, yakni Ile de la Cite dan Ile Saint Louis. Kedua pulau ini konon dulunya merupakan lokasi pemukiman awal penduduk yang menjadi cikal-bakal masyarakat kota Paris. Kapal mengambil jalur sungai yang menyusuri sisi selatan kedua pulau ini.

Katedral Notre Dame Paris

Katedral Notre Dame dari Jembatan Pont au Double. Sekarang masih ditutup untuk renovasi.

Di Ile de la Cite terdapat Palais de la Cite, kompleks istana kerajaan yang menjadi pusat pemerintahan di Paris selama berabad-abad. Di sini ada istana Conciergerie yang menjadi kediaman raja, gedung pengadilan, serta gereja Sainte Chapelle yang indah dan masih bertahan hingga sekarang. Saat Revolusi Prancis, Conciergerie diubah menjadi penjara bagi ribuan orang, salah satunya adalah Ratu Marie Antoinette, yang dikenal sebagai ‘Tahanan Nomor 280’. Dia ditahan di sini antara 1 Agustus 1793 hingga 16 Oktober 1793, sebelum akhirnya dihukum mati dengan guillotine.

Standard

4 thoughts on “Menikmati Paris dari Seine

  1. Dari menyusur sungai aja banyak banget tempat indah di Paris yang dilewati ya Mas. Kita tinggal duduk manis, sambil memotret, di atas kapal yang berjalan pelan. What an unforgettable experience.

    • Iya, rekomended banget kalo ke Paris. Bagus juga nyobain yang hop-on hop-off biar bisa seharian full mengeksplor berbagai landmark dan spot wisata di Paris.

    • Asyik Mas, terlebih karena kapalnya jalan pelan dan suasana sungainya juga hidup banget ya. Mungkin perlu dicoba juga yang hop-on hop-off kalau punya waktu lebih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *