Gereja yang panjangnya 35 meter dan lebar 17 meter ini pada 6 November 1829 diberkati oleh Mgr. L. Prinsen Pr. dan diberi nama Santa Maria Diangkat ke Surga (The Church of Our Lady of the Assumption). Tanggal 1 Mei 1843 diadakan misa pontifikal pertama di sini, dipimpin oleh Mgr. Jacobus Grooff.
Setahun sebelumnya, Mgr. Grooff telah diangkat menjadi Vikaris Apostolik Batavia I oleh Kongregasi di Propaganda Fide di Roma, yang menandakan bahwa status misi Katolik di Hindia Belanda kini telah naik. Sejak itu pula gereja ini berstatus katedral, yakni sebuah gereja yang mempunyai kathedra (kursi takhta) dari uskup setempat.

Ruang ibadah utama terlihat anggun dan kokoh, dilihat dari balkon lantai dua.
Kokoh Tapi Ambruk
Sejalan dengan berkembangnya misi Katolik di Hindia Belanda, terutama sejak masuknya imam-imam dari Ordo Jesuit (Serikat Yesus), katedral ini makin berkembang dan membutuhkan renovasi. Tahun 1870, katedral dipugar dan dibuatkan menara baru di bagian depan gereja.
Sayang, meski berpenampilan kokoh, konstruksinya ternyata tidak memadai. Tanggal 9 April 1890, sebagian besar bagian tengah gereja ini ambruk. Selama 10 tahun kemudian, kegiatan-kegiatan gereja terpaksa berlangsung di katedral darurat yang berlokasi di garasi kereta kuda uskup.