Sydney Harbour Bridge
Journey, Mancanegara

Para Pendaki Jembatan

Untungnya, bagian ini hanya sekitar 50 meter, dan kami segera sampai ke dalam tiang penyangga jembatan sisi selatan yang bagian timur. Dari sinilah rupanya petualangan dimulai.  Kami menaiki anak-anak tangga baja yang sempit, dengan palang-palang baja berseliweran di atas kepala. Palang-palang yang sekiranya bisa membuat kepala orang benjol kalau terantuk itu dilapisi karet busa empuk berwarna kuning, sehingga kami segera tahu saat melihatnya. Cuma yang saya sadari, orang yang kegemukan sepertinya bakal kesulitan ikut aktivitas ini. Sebab di bagian ini jalur tapak jalannya cukup sempit dan pasti tak akan bisa dilewati orang berbadan lebar, kecuali mau bersusah payah memiringkan badan, dan mungkin juga perlu didorong atau ditarik teman satu rombongan.

Sydney Harbour Bridge dengan background Sydney Opera House

Masih di awal pendakian tapi pemandangannya sudah keren.

Kini kami sejajar dengan jalan raya di sisi kiri dan jalur pejalan kaki di sisi kanan, dibatasi ram besi. Sementara di bawah kami, kapal-kapal feri hilir mudik, baik yang dari maupun menuju Circular Quay, terminal feri di dekat Sydney Opera House. Tadi kami juga dari sana sebelum mengikuti tur ini.

Angin musim dingin mulai terasa kencang, namun pemandangannya juga mulai memanjakan mata dan membuat saya ingin berhenti lebih lama. Air laut berwarna kehijauan dan terselang-seling bukit di timur sana, sehingga saya tak bisa melihat di mana batas muara dan juga Lautan Pasifik-nya. Matahari sore yang mulai menguning menimpa atap kerang Gedung Opera dan juga berbagai pencakar langit di selatan sana, berpadu dengan langit bersih membiru. Sementara di sisi utara, yang lebih sepi, tampak hijau dengan rerimbunan pohon. Cuaca musim dingin yang sempurna. Hanya saja saya mesti berjalan lagi menapaki anak-anak tangga, karena teman-teman yang lain sudah bergerak, begitu juga Raymondo di belakang saya.

konstruksi Sydney Harbour Bridge

Untung nggak ada palang atau baut yang kendor.

Konon jumlah anak tangga yang mesti ditapaki ada 1.002 buah untuk  tur express climb yang kami lakukan ini, dan 1.332 anak tangga untuk tur discovery climb, yang lebih lama. “Kalau tidak percaya, coba saja nanti hitung sendiri.” Hahaha, mana sempat?

Mike dari tadi bercerita banyak tentang sejarah dan keunikan jembatan ini, tapi yang saya dengar hanya sedikit. Mata saya masih terpukau dengan lansekap Sydney Harbour dari jembatan ini, dan juga karena kini napas mulai tersengal karena kami mendaki anak tangga menuju lengkung pertama jembatan.

Standard

2 thoughts on “Para Pendaki Jembatan

  1. Badan terikat, pemandangan di bawah super mini, lalu harus menjaga badan melawan angin. Pengalaman yang super banget Mas. Seandainya saya diajak melewati ini, kira-kira berani gak ya? hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *