Angkor Wat biksu muda
Journey, Mancanegara

Pagi Tak Biasa di Angkor Wat

Sekitar satu jam, acara ini selesai, dan mereka lalu berbaris teratur menuju pintu sisi selatan Angkor Wat, diiringi beberapa turis yang mulai berdatangan. Yang kelompok anak-anak wanita berjalan dulu di depan, dan kemudian menghilang di bagian belakang sebuah aula seperti kelurahan. Kelompok laki-laki duduk lagi bersila berhadap-hadapan. Di depan mereka sudah berjejer piring-piring berisi nasi, mangkuk-mangkuk berisi sayur mi, dan botol-botol air kemasan. Mereka pun mulai makan dengan menu yang sangat sederhana itu. Beberapa wanita penduduk lokal membawa nasi, sayur dan juga botol-botol air minum, dan memberikan derma itu sebagai tambahan menu.

Calon biksu Angkor Wat

Mungkin makanannya terlalu sederhana sehingga mereka nggak nawarin saya?

Saya sebetulnya ingin makan bersama mereka, tapi sayangnya tidak ada yang menawari. Atau mungkin mereka menawari tapi saya tak tahu maksudnya karena kendala bahasa. Sementara Tong asyik mengobrol dengan temannya di sudut. Jadi yang saya lakukan hanya memotret mereka yang sedang makan.

Candi di Tengah Pulau

Saya dan Tong kembali berjalan kaki menuju Angkor Wat, masuk dari pintu selatan. Sepertinya, setelah sarapan pagi adalah waktu bebas, karena beberapa anak lelaki yang masih berpakaian biksu tadi kini mengikuti langkah-langkah kami.

Angkor Wat Siem Reap Cambodia

Bayangan Angkor Wat memantul sempurna di baray yang mengelilinginya.

Angkor Wat, yang disebut-sebut sebagai monumen keagamaan terbesar di dunia, merupakan bangunan persegi panjang bertingkat tiga yang menghadap ke barat dan terletak di sebuah ‘pulau’. Halaman luarnya sepanjang 1.5 km dari timur ke barat dan 1.3 km dari utara ke selatan, alias total luasnya sekitar 195 hektar! Sebagai perbandingan, luas keseluruhan kompleks TMII sekitar 165 hektar.

Keempat sisi halaman luar ini berupa hutan –kampung tempat sarapan tadi termasuk di dalamnya– yang dikelilingi oleh baray atau danau buatan selebar masing-masing 190 meter. Akses masuk ke Angkor Wat berupa dua jembatan  penghubung di tengah-tengah sisi barat dan timur. Jembatan sisi barat saya tahu dengan melihat dari halaman candi ini, tapi jembatan sisi timur saya tidak tahu karena kompleks ini begitu luasnya dan juga tertutup oleh pohon-pohonan hutan. Nah, di bagian paling tengah pulau inilah banguan Angkor Wat berdiri, dengan  panjang halaman dalam 1.025 meter dan lebar 802 meter. Sementara bangunan candinya sendiri berukuran 332 x 258 meter.

Angkor Wat, yang berarti ‘kota suci’, merupakan bangunan candi Hindu yang bergaya piramid dengan teras-teras yang bertingkat, dengan pusatnya berupa 5 prang atau menara utama yang menjulang mengerucut sebagai simbolisasi Gunung Meru. Bangunan candi yang lebih pantas disebut istana ini dibangun oleh King Suryavarman II (memerintah 1112-1150 M)  yang juga membangun kompleks candi Banteay Samre. Pembangunan Angkor Wat diteruskan oleh keturunannya, King Yasovarman II (memerintah 1160-1166 M).

Kalau menyebut kata ‘Angkor Wat’ berarti kita merujuk pada bangunan ini. Tapi kalau menyebut ‘Kompleks Angkor Wat’, berarti merujuk pada keseluruhan situs candi yang bertebaran hingga puluhan kilometer jauhnya di area sekitar kota Siem Reap, yang telah ditetapkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO sejak Desember 1992. Tiap kelompok candi mempunyai nama sendiri-sendiri. Ada candi Banteay Srei, Banteay Samre, Roulos, Bayon dan Royal Palace di kompleks Angkor Thom, Ta Prohm (tempat syuting film Tomb Raider), Preah Khan, Prasat Kravan, dan banyak lagi lainnya.

Standard

2 thoughts on “Pagi Tak Biasa di Angkor Wat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *