Kelima, lensa tele umumnya menghasilkan bokeh atau blur latar belakang yang bagus.
Dengan memahami sekurangnya lima kelebihan ini, kita tidak perlu khawatir lagi kalau pergi memotret festival cukup dengan membawa satu lensa tele saja.
Foto-foto ini saya ambil di Festival Unjuk Kabisa 7 Gunung di Bogor, Jakarnaval di Jakarta, Festival Dugderan di Semarang, dan Festival Lembah Baliem di Wamena. Semuanya difoto dengan lensa Nikkor di atas. [T]
BOKS:
12 Tips Memotret Festival
- Siapkan batere kamera, batere flash, dan kartu memori yang cukup
- Siapkan flash tambahan (untuk kamera DSLR). Lebih bagus lagi jika flash ini bisa didongakkan baik vertikal maupun horizontal.
- Portabilitas dan keleluasaan bergerak sangat penting. Tidak perlu membawa tripod atau banyak lensa tambahan. Satu lensa yang sudah terpasang di kamera, plus satu lensa fixed (kalau Anda orangnya khawatiran lensa bakal rusak) sudah cukup
- Kenakan pakaian yang menyerap keringat, karena kita akan banyak bergerak. Jangan memakai sepatu yang masih baru, karena kaki akan mudah lecet
- Ada baiknya makan dan minum secukupnya dulu, dan sudah ke toilet sebelum liputan
- Bawa air kemasan dan cemilan padat kalori seperti cokelat, untuk menyuplai energi. Memotret festival menguras banyak keringat dan energi
- Setlah kamera ke mode P (Program) atau Auto. Sebaiknya jangan mengeset kamera ke mode Manual. Mendapat sebanyak mungkin momen/gambar dari mode P atau Auto jauh lebih penting daripada berulangkali mengubah bukaan lensa dan kecepatan shutter.
- Datanglah lebih awal, sebaiknya 1 jam sebelum karnaval mulai bergerak, agar bisa mempelajari medan dan bisa mencari spot yang bagus untuk memotret
- Potretlah sebanyak mungkin saat peserta masih ‘statis’, dalam arti festival belum bergerak, agar memperoleh gambar-gambar tunggal yang bagus dan ‘bersih’, tidak banyak latar belakang yang mengganggu. Mintalah mereka untuk bergaya karena pada saat ini mereka juga ingin difoto
- Untuk karnaval, potretlah mulai dari ujung barisan belakang, maju hingga mencapai ‘kepala’ barisan. Jangan sebaliknya, karena nanti kita akan keteter saat karnaval mulai bergerak
- Potretlah tokoh yang menjadi ‘maskot’ di festival atau karnaval itu. Potret juga penonton dan hal-hal menarik yang ada di festival.
- Toleransilah dengan sesama fotografer dan juga para penonton. Jangan menghalangi pandangan penonton atau fotografer lain yang sedang memotret – nanti Anda dikutuk!



sangat menginspirasi sekali, sukses selalu Pak
Terima kasih sudah mampir. Selamat hunting foto, Mas Eko.
You replied to this comment.
Terima kasih sudah berkunjung. Keep shooting!
Lensa tele, 55-200mm masih dalam bucket list saya.belom mampu belii, hehe. Terimakasih tips memotret karnavalnya, belum dapat kesempatan memotret karnaval. Suatu saat akan berguna tulisan ini buat saya. 🙂
Aamiin. Semoga segera dikabulkan permintaanmu Mas. 😊