Sunset di Kepulauan Seribu dari dermaga Pulau Kotok Kecil
Indonesia, Journey

Mengembara ke Kepulauan Seribu

“Saat ini ada 19 elang bondol dan 8 elang laut yang ditangkarkan. Salah satu elang bondol ada di kandang besar di sisi timur laut pulau, yang menjadi kandang persiapan penglepasan.” Ada hal lain yang menarik tentang pulau Kotok Besar ini. Ternyata, selain menjadi tempat penangkaran elang, perairan di sekitar pulau ini disebut-sebut merupakan spot diving terbaik di Kepulauan Seribu.

Pulau Kotok Kecil Kepulauan Seribu

Bunga-bunga akasia di Pulau Kotok Kecil, seperti nuansa musim gugur di Jepang.

Kami kembali ke Pulau Kotok Kecil, dan saya menghabiskan malam berbincang dengan Khaeruddin, nakhoda kapal Madura itu. Sungguh mengesankan, dia telah berlayar selama 28 hari untuk mencari teripang. Dari sini, jika nanti dia kembali ke rumahnya di Pulau Raas –pulau kecil di sebelah timur Madura– dia masih perlu waktu empat hari empat malam untuk sampai!

Kami semua tidur setelah lampu-lampu di pulau ini dimatikan oleh penjaga, pukul 12 malam. Berbeda dengan malam kemarin di Pulau Kelor Timur, malam ini angin terasa lembut dan hangat, dan ombak laut pun terasa tenang.

Pulau Air

Pagi ini matahari terhalang oleh mendung, sehingga saya tak mendapat sunrise yang bagus. Budi memancing ikan di dermaga, dan dia terpaksa merelakan dua ikan tangkapannya disambar oleh elang laut yang tiba-tiba muncul. Saya mengelilingi pulau yang luasnya sekitar 1,4 hektar dan dimiliki seorang pengusaha supermarket ini. Ada tujuh bungalow yang tampaknya hanya dipakai untuk liburan keluarga pemilik pulau. Kalau pantai di sisi utara ditinggikan dengan tanggul kayu, pantai yang cantik dan berpasir putih terletak tersembunyi di sisi selatan, yang menghadap Pulau Kotok Besar.

Kami bertolak ke tenggara lagi, menuju Pulau Gusung Panggang. Di pulau yang hanya tampak menyembul putih ini kami bertemu rombongan lain yang juga akan snorkeling. “Ini spot terbaik dari yang kita temui sejak kemarin,” kata Aya. Saya sendiri lebih suka memotret dari atap perahu.

Pulau Gusung Kepulauan Seribu

Setelah island hopping ini, pasti kulit jadi keling akibat bermandi matahari.

Kami mesti mengejar taksi air yang akan bertolak pukul 13.00 dari Pulau Pramuka ke Muara Angke. Waktu yang masih ada kami gunakan untuk mampir ke Pulau Air. Sesuai namanya, pulau ini sebagian besar berisi air, karena daratannya seperti dibelah-belah oleh kanal-kanal yang tampaknya sengaja dibuat. Hanya di bagian pulau yang terbesar, kami melihat tenda-tenda safari besar berwarna krem yang menjadi bungalow-bungalow, serta lapangan golf mini.

Air di kanal-kanal pulau ini hijau emerald seperti di Pulau Pemagaran, hanya lebih putih karena lebih dangkal dan pasir di dasarnya berwarna putih. Kami baru sadar mengapa dibuat struktur kanal-kanal ini, sewaktu kami sedang berendam di salah satu kanal. Tiba-tiba beberapa jetski saling berkejaran melintasi kanal, tak jauh dari tempat kami. Rupanya pulau itu oleh sang pemilik, yang seorang pengusaha perhotelan, digunakan sebagai arena olahraga air.

Kami sampai ke Pulau Pramuka dan segera transfer ke kapal taksi air yang sudah menunggu. Masih 2,5 jam lagi kami akan terapung-apung di laut, namun saya merasa sangat puas dengan trip kali ini. [T]

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *