Sunset di Karimunjawa dilihat dari Wisma Apung
Indonesia, Journey

Surga Kecil Karimunjawa

Yang ia bawa tak hanya sarapan kami, namun juga sarapan ikan-ikan hiu piaraan Bu Nurul. Ikan hiu itu sebenarnya dibeli Bu Nurul dari para nelayan yang jaringnya tak sengaja menangkap ikan-ikan itu. Setelah cukup besar, ikan itu dilepaskan lagi ke laut. Untuk makanan hiu-hiu itu, ia setiap hari menyiapkan sepuluh kilo ikan-ikan kecil, misalnya ikan kembung, yang dibeli dari para nelayan seharga Rp 2.500 per kilo.

Menuju Wisma Apung Karimunjawa

Sarapan dataaang!

Hari ini kami akan ber-island hopping, dan yang kami kunjungi lebih dulu adalah Pulau Cemara Besar. Sepertinya, pulau ini menjadi favorit para ‘Karimuners’, karena dari kejauhan pun, saya bisa melihat banyak perahu kecil berjejer-jejer. Para penumpangnya terlihat bertebaran di berbagai sudut. Ada yang tengah snorkeling di air yang berwarna torquiose, namun ada juga yang berjalan-jalan di pantai pasir putih pulau ini yang landai sekali hingga puluhan meter. Baru kali ini saya melihat ada pantai yang begitu lebar dan datar di kepulauan utara Pulau Jawa. Beberapa kali ke Kepulauan Seribu, belum pernah saya menjumpai pulau dengan pantai seperti di Cemara Besar ini.

Ketika cuaca agak mendung, kami bergerak menuju sebuah pulau gosong, pulau berupa gundukan pasir yang timbul-tenggelam oleh pengaruh pasang-surut air laut. Cuaca di sini sangat cerah, sehingga semua teman mencebur ke air untuk ber-snorkeling. Ida menemukan terumbu karang berbentuk bulu ayam, dan juga tiga nemo (clown fish) yang tengah asyik bermain.

Nelayan Karimunjawa membawa rumput laut

Nelayan lokal membawa rumput laut, melintas dekat Tanjung Gelam.

Tujuan kami selanjutnya adalah Tanjung Gelam, sebuah sudut di barat daya pulau utama. Dari kejauhan, sudah kelihatan jelas mengapa tanjungan ini dipilih. Garis pantainya yang putih memanjang berhias pohon-pohon kelapa melengkung, dan dibatasi batu-batu karang. Siang yang panas menjadi tak terasa melihat air yang bening hingga terlihat dasarnya yang putih.

Tanjung Gelam, Karimunjawa

Pohon-pohon kelapa yang meliuk menyambut di Tanjung Gelam.

Tanjung Gelam Karimunjawa

Di Tanjung Gelam, batu karang berpadu dengan pasir putih dan air laut yang bening.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *