
Wanti bersama Erni bergantian melatih anak-anak menari.
Sekitar setengah jam, kelompok pertama ini beristirahat, kemudian Erni memanggil kelompok kedua.
“Ayo, bersiap dengan pasangan masing-masing!” Erni memberi aba-aba.
Begitu musik dimainkan, saya terkejut, karena anak-anak ini langsung menari berpasangan dengan gerakan yang sangat lincah, seperti sepasang burung yang sedang bercengkerama.
“Yang sederhana tadi namanya Tari Bondan, yang ini namanya Tari Merak,” jelas Wanti. “Latihan Tari Merak ini baru dimulai dua bulan, namun anak-anak yang menarikannya adalah anak tingkat kesepuluh. Artinya, tarian ini adalah tarian kesepuluh.” Setiap tarian, menurut Wanti, butuh waktu empat bulan untuk dikuasai. Dengan kata lain, anak-anak yang menarikan Tari Merak ini total sudah berlatih menari sekitar 40 bulan, atau lebih dari 3 tahun! Waktu yang tak bisa dipandang singkat.
Bukan hanya kelompok ini saja yang mereka latih. Di Suryo Sumirat ada 10 pelatih tari, dan mengajar anak-anak mulai dari tingkat TK hingga orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Total murid sanggar ini berjumlah 450. Besok adalah jadwal untuk anak-anak TK, serta untuk yang berlatih tari kreasi baru.

Anak-anak menari sejak kecil, karena perlu waktu lama untuk bisa menguasai tari jawa.
Mungkin karena terlalu asyik menonton anak-anak ini menari, saya kemudian baru sadar kalau di pendopo bagian barat juga ada kelompok tari lain yang pesertanya para wanita remaja dan dewasa. Mereka tampak serius dilatih tiga orang guru, yang kesemuanya sudah berumur.
“Mereka sedang berlatih Tari Langen Projo, tari khusus yang diciptakan Pura Mangkunegaran,” tutur Wanti. Pelatih utamanya adalah yang juga melatih para anggota keluarga Pura. Para penari itu disiapkan untuk menari jika ada acara-acara khusus di pendopo. Misalnya ada rombongan turis atau tamu penting. “Mereka juga belajar menari dari kecil. Bedanya, kalau yang sudah dipersiapkan untuk menari di pendopo itu tidak perlu membayar uang kursus menari. Sementara anak-anak kecil ini masih membayar biaya kursus setiap bulan.”
Dan berapakah biaya kursus menari di sini?
Ternyata hanya Rp 15.000 per bulan! Kalau setiap minggu anak-anak berlatih dua kali, maka biaya per latihan hanya Rp 1.875. “Biaya kursus ini juga baru berlaku dua bulan lalu,” terang Erni. “Sebelumnya hanya Rp 10.000, dan sebelumnya lagi Rp 7.500.”
Bahkan dengan biaya kursus yang murah ini, masih ada orangtua yang telat membayar. Setelah latihan selesai, seorang ibu mendekat ke Erni sambil menyerahkan uang. ”Maaf ya Mbak, baru bisa bayar sekarang. Uangnya kemarin untuk membayar SPP dulu.” Erni menerima uang itu dengan wajah penuh permakluman.
Hari menjelang magrib, dan anak-anak beserta orangtuanya sebagian besar sudah pulang. Hanya kelompok remaja putri saja yang belum selesai. Wanti pulang melalui pintu gerbang barat, sementara Erni mengemasi mini componya dibantu lelaki tadi, yang ternyata suaminya. Berdua mereka kemudian berjalan keluar melewati pintu timur, dan menghilang bersama sepeda motor mereka. Saya menyusul kemudian. Pura ini kembali sepi, namun kini saya tahu, pura ini tidaklah sesepi yang saya kira sebelumnya. [T]
BOKS:
Ingin Belajar Secara Privat?
Berlatih tari Jawa membutuhkan ketekunan dan waktu yang lama. Jika Anda ke Solo dan tertarik untuk belajar tari Jawa, guru-guru di Suryo Sumirat bisa diundang untuk memberi les privat. Biaya les hanya Rp 35.000 per jam.

Kontak: Sanggar Suryo Sumirat (0271-652918), Erni (0815-56521338) atau Wanti (0815-48668445). Namun perlu dicatat, biaya-biaya dan kontak nomor handphone ini mungkin sudah berubah. [T]


Tulisan ini mengingatkan saya waktu di jaman SD. Ibu tuh maksa banget supaya saya ikutan les nari. Padahal saya pengennya main sepak bola, panjat memanjat, dan lain-lain. Akhirnya terpaksa juga ikut meski dengan mulut manyun setiap latihan hahahaha. Tapi akhirnya betah juga. Bahkan sering terpilih ikutan lomba-lomba nari mewakili sekolah. Gak nyangka hahahaha. Ternyata nari itu sesungguhnya mengasyikkan. Melatih sinkronisasi pikiran, konsentrasi, dan gerak tubuh.
Cewek koq manjat-manjat ya. Udah bener tuh orangtua maksain ikut les menari. Terbukti kan jadi nagih, dan akhirnya bisa juara nari juga. Kalo manjat-manjat ya bisa juga sih jadi juara. Juara panjat pinang pas 17an.