Indonesia, Journey

Sang Penjaga Wayang Golek Sunda

Hari ini yang bekerja hanya Enday dan saudaranya, Kang Fani, yang bertugas mengecat wayang. Berkaleng-kaleng cat minyak merek Kuda Terbang menemani Kang Fani yang duduk lesehan di sudut depan rumah, ditemani dua mahasiswi yang sedang berkunjung dan ikut belajar mengecat kepala wayang.

Aktivitas mengecat kepala wayang golek sunda.

Kang Fani masih sibuk mengecat kepala wayang golek.

“Setelah kepala wayang jadi, kita perlu mengampelas kepala itu agar halus. Kemudian kita cat dengan cat tembok warna putih sebagai cat dasar. Lalu kita ampelas lagi supaya halus, baru kemudian kita pulas dengan cat minyak warna putih atau warna lain sesuai karakternya wayangnya,” tutur pria berkacamata yang sudah bekerja selama 11 tahun di sanggar ini. “Baru setelah itu  kita warnai bagian wajah dan mahkotanya dengan warna-warna yang sesuai. Untuk mahkotanya, umumnya dominan warna emas, karena mahkota raja atau ratu kan biasanya dari emas.”

Anaknya Tak Ada yang Tertarik

Dalam sebulan, sanggar Enday bisa membuat 20 wayang, ditambah sekitar 20 wayang dari perajin lain. Di kota Bogor sendiri sebenarnya banyak perajin wayang golek. Tapi mereka umumnya hanya bisa membuat dan kesulitan menjual. Enday sebagai ketua perajin wayang golek pun membuka sanggarnya agar mereka bisa menitipkan wayangnya untuk dijual.

Enday tidak merahasiakan harga jual wayangnya. “Kalau untuk wisatawan asing, harga satu karakter wayang 60 euro, atau 75 dolar AS. Kalau untuk pembeli lokal, saya beri harga Rp 400 ribu. Itu saja kadang masih ada yang menawar separuhnya, hahaha!”

Enday Media, perajin wayang gek sunda di Bogor

Ada atau tidak ada perang, Kang Enday selalu sibuk.

Dengan adanya perang di Timur Tengah, kunjungan orang asing memang menurun. Dulu, dalam sehari bisa 50 wisatawan asing datang, dengan sekitar 75%-nya dari Belanda. Makanya Enday pun belajar bahasa Belanda agar ia dapat berkomunikasi dengan lancar. Namun Enday tetap bersyukur karena masih saja ada wisatawan yang datang. Begitu juga liputan media, para mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah, serta content creator yang membuat konten untuk media sosial.

Belajar mengecat kepala wayang golek sunda

Aktivitas yang menyenangkan. Seorang tamu sedang belajar mengecat kepala wayang.

Yang disayangkan Enday adalah kenyataan bahwa ketiga anaknya tidak ada yang berbakat atau berminat meneruskan kerajinan wayang golek ini. Sang istri, yang seorang doktor, sudah cukup sibuk dengan aktivitasnya sebagai peneliti di Pusat Studi Satwa Primata, Bogor.

Makanya tanggung jawab Enday sekarang menurutnya adalah terus memperkenalkan wayang golek sunda ini ke sebanyak mungkin orang, terutama kepada anak-anak muda, agar nantinya ada yang mau meneruskan kerajinan ini, entah dari keluarganya atau orang lain. [T]

 

Media Art & Handicraft Bogor
Sanggar Kerajinan Wayang Golek Sunda
Kampung Sirnagalih RT-01/07 No. 58
Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Tel: 0857-2133-1903

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *