Langkawi Cable Car
Journey, Mancanegara

Menuju Puncak Mat Cincang

Sepinya Langkawi konon tak lepas dari legenda Mahsuri, wanita suci yang dituduh ibu tirinya melakukan perselingkuhan, sehingga dihukum mati. Mahsuri mengutuk pulau tersebut menjadi terbelakang selama 7 turunan. Entah benar atau tidak, Langkawi baru berkembang setelah ditetapkan menjadi daerah duty free tahun 1987, setelah lewat masa kutukan 7 turunan tersebut. Meski demikian, jangan bandingkan Langkawi dengan Pulau Penang yang sudah ultra-modern. Hingga sekarang tidak ada bangunan yang lebih tinggi dari pohon kelapa di Langkawi.

Peta Pulau Langkawi

Langkawi, tak begitu sepi lagi setelah kutukan Mahsuri berakhir.

Seiring dengan berubahnya status pandemi Covid-19 menjadi endemi, Malaysia sejak 1 Agustus 2022 lalu TIDAK mensyaratkan lagi wisatawan asing untuk tes PCR, karantina, punya asuransi, maupun cek status vaksinasi untuk berkunjung ke Malaysia. Di Malaysia kita cuma diminta instal dan register aplikasi MySejahtera untuk kebutuhan tracing.

Mulai November ini hingga 3 bulan ke depan, Tourism Malaysia juga meluncurkan promo wisata ‘Jom, Liburan ke Malaysia!’ atau ‘Yuk, Liburan ke Malaysia!’. Meski promo ini lebih ditujukan untuk 2.871 travel agent yang tergabung dalam Travel Wholesale Center (TWC), kita bisa melihat paket mana yang menyertakan Langkawi dan berapa biayanya di website bukatravel.id. Dengan ikut tur tentu biayanya jadi lebih murah, mengingat tadi, transportasi umum di Langkawi masih jarang ditemui.

Menuju Langkawi
Air Asia dan Malaysia Airlines mempunyai penerbangan ke Langkawi dengan transit ke Kuala Lumpur. Langkawi juga bisa ditempuh dengan kapal cepat dari Pulau Penang – Malaysia, dari Kuala Perlis dan Kuala Kedah – Malaysia, serta dari Satun – Thailand.

Menginap di Mana?
Hotel paling dekat dengan Langkawi Cable Car adalah Berjaya Langkawi Resort (Karong Berkunci 200, Burau Bay, 07000 Langkawi, Kedah, Malaysia, Tel. +60 4 959 1888, Fax. +60 4 959 1886, www.berjayaresorts.com). Resor ini mempunyai 502 kamar  –23 di antaranya berupa chalet (vila) di atas air– dan menempati kawasan seluas 28 hektar di kaki Gunung Mat Cincang.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *