Mat Cincang, yang puncaknya membentuk figur wajah seorang lelaki sedang berbaring, merupakan gunung batu cadas dengan inti batu granit, dan menjadi gunung tertinggi kedua di Langkawi setelah Gunung Raya (890 m). Penamaan yang unik ini tak lepas dari legenda Langkawi, yang menyebutkan bahwa dulu Mat Raya dan Mat Cincang merupakan dua raksasa yang bersahabat, namun kemudian bertengkar hebat di hari pernikahan putra-putri mereka. Setelah didamaikan oleh Mat Sawar, ketiganya lalu berubah wujud menjadi gunung, dengan Gunung Mat Sawar berada di tengah-tengah Gunung Raya dan Gunung Mat Cincang.

South Platform dan North Platform di Top Station, menawarkan pandangan 360 derajat kawasan Teluk Andaman. [Dok. Tourism Malaysia]
Alternatif lain, begitu keluar dari gondola, kita bisa berjalan kaki turun di sisi utara stasiun, menuju Hanging Bridge. Saya memilih yang ini dulu. Saya pun menuruni jalan setapak dari beton, berbelok-belok kira-kira 100 meter ke bawah. Di kiri-kanan jalan dipenuhi pohon-pohon seperti pohon meranti, namun paling besar hanya seukuran lengan orang dewasa. Batangnya berwarna kuning kemerahan dan keras seperti besi. Konon pohon-pohon ini berusia ratusan tahun, namun batangnya tak bisa membesar lagi, karena energi yang seharusnya digunakan untuk membesar, sudah terkuras untuk mencari air dan makanan di dalam batu cadas gunung.

SkyGlide, bagi yang nggak mau capek turun dan naik ke Hanging Bridge. [Dok. Panorama Langkawi]
Bisa Pulang dengan Treking
Jembatan gantung dengan panjang 125 meter dengan lintasan melengkung setengah lingkaran, siang itu ramai oleh para turis yang berfoto-foto. Sesekali beberapa turis wanita memekik ketika jembatan bergoyang tertiup angin. Saat udara cerah, pemandangan di sisi barat menghadirkan bukit hijau tegak lurus, dengan Laut Andaman di bawahnya. Di atas kepala melintas gondola-gondola, dan di kejauhan tampak laut yang membiru. Jika cuaca tengah mendung, kabut akan menutupi puncak gunung dan pemandangan berubah menjadi keabu-abuan.

Hanging Bridge, mendebarkan kalau dilihat dari jauh. [Dok. Tourism Malaysia]

Menunggu embusan angin menggoyang Hanging Bridge.
Kalau masih mempunyai waktu, dari Top Station ini juga ada jalur treking menuju Middle Station, terus hingga ke Recreational Park di dekat Telaga Tujuh. Panjangnya sekitar 2,5 km. Ada jalur treking berupa tangga-tangga beton, dan kita bisa memulai treking dari atas atau dari bawah. Wah, sebenarnya asyik juga ya. Kan jalur treknya menurun, jadi nggak capek. Tapi, saya nggak akan bisa merasakan sensasi yang katanya ‘lebih mendebarkan’ saat pulang naik cable car dong?