Bibir kawah Gunung Bromo Malang Jawa Timur
Indonesia, Journey

Mencari Lautan Pasir Atas

Untuk mencari sumur-sumur itu tidak mudah juga, karena jalur treknya meski terlihat datar dari kejauhan, tapi sebenarnya bergelombang, jadi kadang mesti turun beberapa meter, lalu mendaki lagi. Areanya cukup luas, dan untuk menemukan sumur-sumur itu saya mesti mengikuti langkah-langkah Pak Pul yang cepat. Satu-satunya hiburan buat saya yang mulai kecapekan adalah munculnya pelangi secara tiba-tiba di dekat dinding gunung. Meski hanya dapat dua foto saja, tapi pelangi itu merupakan kejutan yang menyenangkan buat saya.

Pelangi di kaki Gunung Jantur

Pelangi di kaki Gunung Jantur, hiburan tersendiri saat capek mencari sumur.

Saya sempat menemukan tiga buah sumur, yang ternyata berupa lubang-lubang di tanah berdiameter 20-50 cm, tertutup gerumbul rumput dan tanaman semak. Arif dan Pur yang tertinggal di belakang menemukan sumur-sumur lain yang terlewat. Tidak ada yang tahu seberapa dalam sumur-sumur ini, dan untungnya juga tidak mengeluarkan gas berbau.

Pak Pul masih mencari lagi sumur yang letaknya agak jauh, tapi saya sudah sangat capek dan juga mulai gerimis, jadi saya memutuskan untuk kembali ke jip yang kini tak terlihat karena jauh dan tertutup gerumbul tanaman.

Sumur vulkanik di Watu Kutho

Salah satu sumur vulkanik di Watu Kutho. Entah sedalam apa dan menuju ke mana.

Baru separuh jalan, hujan turun lagi dengan lebat. Seperti tadi, butiran-butiran airnya yang mengenai muka saya terasa pedih seperti jarum-jarum yang menusuk. Mungkin sebagian airnya sudah menjadi butiran es akibat suhu dingin di sini. Pak Mul saya panggil, dan dia mendekat lalu memegangi saya yang berjalan dengan menyeret langkah menuju jip. Bunyi gemeretuk hujan yang mengguyur atap jip menemani saya yang meringkuk untuk menghangatkan diri. Dalam hati saya berharap, mudah-mudahan perjalanan ini segera berakhir, dan saya bisa minum kopi lagi di depan perapian dapur rumah Pak Mul…. [T]

BOKS 1:
Menjelajah Bromo dari Malang

Dari Jakarta, menuju Bromo akan lebih cepat kalau lewat Malang. Sekurangnya setiap hari ada 3 maskapai dengan 5 skedul penerbangan dari Jakarta ke kota sejuk ini, dengan lama penerbangan 1,5 jam. Garuda Indonesia (garuda-indonesia.com) satu kali penerbangan dari Jakarta CGK dengan GA-290 pukul 08.15, dari Malang dengan GA-291 pukul 10.55.

Lalu Citilink (citilink.co.id), dari Jakarta CGK dengan QG-750 pukul 09.15 dan dari Jakarta HLP dengan QG-164 pukul 12.20. Dari Malang dengan QG-751 pukul 11.20 ke Jakarta CGK dan QG-165 pukul 14.40 ke Jakarta HLP. Batik Air (batikair.com) dari Jakarta HLP dengan ID-7581 pukul 07.00 dan ID-7583 pukul 11.20. Dari Malang dengan ID-7580 pukul 09.15 dan ID-7582 pukul 13.35.

Gunung Watangan dari Desa Ngadas

Pemandangan Gunung Watangan -di baliknya ada Gunung Bromo- dari Desa Ngadas.

Jalan darat Malang-Tumpang-Gubugklakah-Ngadas kini sudah semakin baik, dan Malang-Ngadas bisa ditempuh dalam 1,5 jam kalau tidak mampir-mampir. Tapi sebaiknya gunakan rute ini untuk mampir ke beberapa tempat wisata menarik seperti Candi Jago, Candi Kidal, desa apel Poncokusumo, air terjun Coban Pelangi dan Coban Trisula. Desa apel dan Coban Trisula bisa dikunjungi dalam perjalanan pulang, kalau waktu masih memungkinkan. Di Desa Ranupani, tak jauh dari Ngadas, ada Danau Ranupani dan Ranu Regulo. Tidak begitu bagus, namun bisa dikunjungi kalau masih ada waktu.

Kawasan TNBTS ini sangat luas. Satu kali kunjungan, apalagi saat weekend, tidak akan cukup. Satu hal lagi, transportasi lokal menggunakan jip 4-wheel-drive di kawasan ini relatif mahal. Kalau datang sendiri, mintalah dijemput memakai motor saja. Dari Malang-Ngadas sekitar Rp 100 ribu, terus sekali antar misal dari Ngadas ke Bromo Rp 50 ribu. Guide per hari Rp 100 ribu. Kalau pergi berempat atau berlima, menyewa jip akan lebih murah. Dari Malang ke Ngadas Rp 400 ribu. Dari Ngadas ke Penanjakan dan Bromo Rp 400 ribu. Biaya sekali makan sekitar Rp 5 ribu/orang, dan biaya menginap di rumah penduduk Rp 50 ribu/rumah/malam.

Untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi di Ngadas, kontak Pak Mulyadi (Tel: 0812-3024-2304 atau 0812-4994-3394). Beliau mempunyai 2 jip dan 2 motor yang siap mengantar menjelajahi Bromo. Harga-harga di atas mungkin sudah berubah. Bicarakan dan negosiasi dulu mengenai biaya transportasi dan akomodasi ini di depan agar nanti sama-sama enak.

Catatan:

Menurut informasi terakhir, jalur treking di bibir kawah Bromo yang menuju Lautan Pasir Atas ini sekarang masih terlalu berbahaya untuk dilewati. Utamakan keselamatan dan common sense jika ingin menjelajahi Bromo seperti di artikel ini.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *