Bayon Temple Angkor Wat Siem Reap Cambodia
Check In

Memupus Lara Amansara

Tahun 1989, tentara Vietnam ditarik dari Kamboja, dan Pangeran Norodom Sihanouk kembali ke Kamboja. Namun pemilu berikutnya memunculkan Hun Sen sebagai pemenang, dan kepemilikan Villa Apsara kembali jatuh ke tangan pemerintah yang berkuasa. Pemberlakuan keadaan darurat tahun 1997 membuat Villa Apsara sekali lagi terlantar. Interior maupun struktur bangunannya rusak parah.

Kondisi ini akhirnya berubah pada tahun 2002. Grup hotel Amanresorts membeli tempat ini dari pemerintah Kamboja, dan mengubah namanya menjadi Amansara, yang berasal dari kata ‘aman’ (damai) dan ‘apsara’ (bidadari penari). Renovasi keseluruhan villa ini bukan sekadar membuka sebuah resor baru bagi grup hotel ini, namun yang lebih penting adalah mengembalikan lagi masa keemasan arsitektur Kamboja.

Penyanyi Tuna Netra di Sore Hari

Resepsionis yang menyambut saya mengucapkan salam ‘Choom reap sua’ dan mengajak saya melihat-lihat ruang makan keluarga, yang kini berganti fungsi menjadi perpustakaan. Melewati kolam renang yang kini menjadi satu membentuk seperti lekukan pinggang, saya menuju ruang makan besar, The Dining Room. Pilar-pilar dari batu kali –sebuah ciri bangunan tahun 60-an yang saya suka– menghiasi ruangan yang berbentuk lingkaran besar.

Dining Room Amansara Siem Reap

Dining Room Amansara dengan pemandangan menyejukkan ke halaman dalam.

Di belakangnya adalah sebuah halaman rumput yang teduh dan kompleks 12 pool suite yang mempunyai kolam renang sendiri-sendiri. Di samping kiri ruang makan ini, menyusuri selasar yang membentuk huruf U, adalah kompleks 12 suite awal yang ada sejak Villa Princiere difungsikan sebagai hotel. Lagi-lagi, tiang-tiang dari batu kali menyapa, dikombinasikan dengan warna dinding suite yang krem lembut, serta kursi-kursi rotan dan bunga anggrek putih di setiap pintu. Benar-benar seperti kembali ke masa silam. Atau tepatnya, seperti saya kembali ke masa kecil dulu. Di belakang ini, ada kompleks bangunan baru Amansara Spa, dengan dinding dalam yang menghadap ruang spa berhiaskan relief-relief payung kerajaan dari periode Angkor.

Namun kejutan yang tak terlupakan datang di sore hari. Mencari tempat bersantai dari  lelah yang mendera setelah mengunjungi Angkor Wat, saya menikmati kue-kue dan champagne di The Dining Room. Baru saja duduk, salah satu waitress datang menggandeng tangan seorang wanita tua tunanetra, yang lalu didudukkan di sofa di depan saya.

Amansara di waktu malam purnama

Purnama menyapa di atas Amansara.

Ruang makan yang sepi ini menjadi tambah hening begitu sang wanita tua itu melantunkan sebuah lagu Kamboja. Saya tak mengerti sepatah kata pun syairnya, namun irama lagu yang menyayat hati itu membuat saya berhenti menyesap minuman, dan ikut hanyut dalam kesedihan, membayangkan masa-masa getir yang pernah dialami negeri ini. Thank God, keadaan telah kembali normal, dan kini saya, begitu juga rakyat Kamboja, bisa kembali menikmati masa-masa indah di Siem Reap dan Angkor Wat. [T]

Amansara
Road to Angkor, Siem Reap
Kingdom of Cambodia
Tel: (855) 63 760 333
Fax: (855) 63 760 335
E-mail: amansara@amanresorts.com

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *