Fantasy of a Kingdom, Phuket FantaSea Thailand
Journey, Mancanegara

Fantasi FantaSea

Dari luarnya saja, restoran ini sudah mengesankan sekali. Patung-patung kinnaree emas memegang lampu, menjadi penerang jalan di atas jembatan menuju restoran. Terlebih setelah melihat di dalamnya, di mana berjejer rapi meja dan kursi-kursi yang bisa menampung 4.000 pengunjung. Ditambah lagi, dekorasinya yang mengambil tema hutan mistik Himmaphan ini sungguh mempesona. Tiga kinnaree berjejer di sisi kiri dan kanan ruangan, sementara satu kinnaree yang menjadi titik sentral ada di tengah-tengah dinding belakang, sedang mengepakkan kedua sayapnya. Langit-langit ruangan ditutup oleh lembaran-lembaran kain putih bergelombang, dan hiasan-hiasan yang membentuk seperti awan bergulung-gulung. Cantik sekali.

Golden Kinnaree Buffet Restaurant Phuket FantaSea

Golden Kinnaree Buffet Restaurant dengan awan bergulung seperti motif Batik Megamendung.

Dinner ini menyediakan lengkap aneka makanan Thailand dan juga menu-menu internasional, dari hidangan pembuka hingga penutup. Di samping itu, ada satu ruang khusus yang menyediakan menu-menu makanan muslim. Juga ada gerai terpisah yang menyajikan bakmi, sushi, dan menu-menu spesial hari itu. Hanya saja, jika menginginkan minuman selain air putih, teh, kopi atau softdrink, kita harus memesan secara terpisah.

Menu masakan muslim terasa biasa, mungkin karena kebanyakan berupa menu masakan Timur Tengah. Dan lagi, setiap kali ke Thailand, makanan favorit saya cuma dua: Tom Yang Kung (sup asam udang) dan Som Tam (salad pepaya muda). Jadi, dua makanan ini yang saya cari.

Meski waktu dinner disediakan hingga pukul 9 malam, namun sebaiknya pengunjung segera masuk ke Palace of the Elephants pukul 8.30. Sebab istana yang bisa menampung 3.000 orang ini cukup besar, dengan banyak pintu masuk, dan ada beberapa hal yang perlu dilakukan di dalam istana ini. Misalnya saja, kita mesti menyerahkan kamera, handycam, alat perekam, hingga handphone, untuk disimpan dalam loker. Barang-barang ini tidak boleh dibawa masuk ke dalam ruang pertunjukan. Setelah itu, kita juga memasuki lorong yang penuh dengan tawaran di kiri-kanan, mulai dari berfoto bersama gajah atau harimau, berfoto ala tokoh di dalam pertunjukan, hingga gerai-gerai suvenir, kartupos, sampai air mineral. Saya yang masuk istana ini pukul 8.45 saja hanya sempat membeli sebotol air mineral, dan harus setengah berlari menuju pintu ruang pertunjukan dari Gate 6. Begitu masuk dan dipandu menuju tempat duduk, ternyata pertunjukan sudah dimulai!

11 Segmen, 75 Menit

Pertunjukan dibagi menjadi 11 segmen, diawali dengan The Awakening, yakni dihidupkannya kembali Pangeran Kamala dan gajah Iyara -tokoh sentral dalam pertunjukan Fantasy of a Kingdom ini- yang sebelumnya dikutuk menjadi batu. Segmen kedua, Circle of Life, berisi pengantar petualangan Pangeran Kamala, ditunjukkan dengan penggambaran memakai wayang-wayang Thailand. Disusul kemudian dengan segmen menarik Mystical Kinnaree, yang sekilas mirip dengan cerita Jaka Tarub dan 7 Bidadari. Bagian yang menarik adalah ketika Pangeran Kamala menangkap salah satu kinnaree dengan cambuknya. Lilitan cambuk itu keluar dari dalam panggung  dan pelan-pelan membelit sang kinnaree.

Fantasy of a Kingdom Phuket FantaSea

Segmen adegan saat menghidupkan kembali Pangeran Kamala.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *