
Lagu-lagu Rhoma Irama yang menyatu dengan film-filmnya.
Aduh, duh, saya jadi mulai klepek-klepek deh mendengar lagu ini. Syair dan rhyme-nya itu lho, yang romantis banget. Mungkin Bang Haji memang romantis ya, secara dia akhirnya juga married tiga kali, hihihi!
Lagu berikutnya lagi, Tergila-gila, dinyanyikan oleh Nur Halimah:
Siapa yang tak tergila-gila
Wanita kepadanya
Bagaimana tak tergila-gila
Diriku kepadanya
Aduhai matanya, hidungnya, bibirnya
Sungguh teramat indah
Aduh pandangannya, senyumnya, gayanya
Sungguh penuh pesona…
Wahaha! Saya sampai harus menutup mulut untuk menahan tawa saat mendengar lagu ini. Ternyata wanita juga bisa ekspresif ya dalam mengungkapkan kekagumannya kepada pria. Well, mungkin sih ini Bang Haji saja yang ge-er dengan dirinya sendiri. Toh dia yang menciptakan lagu itu, hanya saja yang menyanyikan pasangan duetnya!
Lagu selanjutnya, Segalanya Bagiku, dinyanyikan Bang Haji:
Indahnya bulan
Tak seindah wajahmu
Manisnya madu
Tak semanis senyummu
Engkaulah Sayang
Segalanya bagiku
Engkaulah Sayang
Pelitanya hidupku…
Hihihi, ini kan sebenarnya lagu jadul banget. Saya tahu, ini lagu jamannya ketika Bang Haji masih berduet dengan Elvy Sukaesih, duluuu… sekali, ketika saya masih SD. Tapi sepertinya disisipkan ke album ini karena sama-sama mellow dan romantisnya.
Lagu selanjutnya, Antara Teman dan Kasih, dinyanyikan Riza Umami:
Kunanti lama kunanti
Datangmu duhai kekasih
Sungguh lamaku menanti
Berhari berbulan tahun berganti
Betapa hati kecewa
Setelah kita berjumpa
Sungguh hatiku kecewa
Karena kini kau telah berdua…
Hihihi, dilematis banget ya. Tapi karena cara menyanyikannya sedih sekali, saya nggak bisa tertawa. Kalau nggak salah -sekali lagi, kalau nggak salah- ini soundtrack dari film Perjuangan dan Doa. Nggak tau deh, benar atau tidak. Lhah orang filmnya saja udah jadul banget, sampai saya lupa kapan pernah menontonnya. Yang jelas waktu masih di kampung, di Brebes sana.
Setelah lagu ini, saya tak bisa lagi menahan kantuk. Apalagi melihat pemandangan di sisi kiri, sawah-sawah dengan padi hijau menguning terhampar menyejukkan mata. Saya pun terlelap.
“Mauk, Mauk!” Terdengar teriakan sang kondektur. Elf sedikit terguncang-guncang akibat banyaknya lubang jalan. Saya pun terbangun dari tidur tanpa mimpi.
Oh, sepertinya hampir sampai. Saya lihat jam handphone, jam 10 lebih 5 menit! Berarti saya sudah dua jam di dalam elf. Benar-benar lambat. Yang hampir membuat saya terpingkal, speaker di elf ini masih saja mendendangkan lagu-lagu Rhoma Irama! Dan sampai hendak menjelang turun di perempatan Mauk, saya sempat mendengarkan dua buah lagu lagi. Salah satunya lagu yang berjudul Istri Salehah, dinyanyikan Bang Haji:
Setiap keindahan
Yang tampak oleh mata
Itulah keindahan
Perhiasan dunia
Namun yang paling indah
Di antara semua
Hanya istri salehah
Istri yang salehah…
Bisa saja nih Bang Haji bikin lagu, pikir saya. Saya pun turun dari elf begitu tiba di perempatan dengan sebuah tugu di tengahnya. Orang Mauk sering menyebutnya Tugu Monas. Ella, Marley, dan Bolang sudah sampai lebih dulu, dan kini sudah menunggu di Tanjung Kait, 4 kilometer utara Mauk, tempat kami nanti akan menyewa perahu untuk menyeberang ke Pulau Lancang.
Elf yang saya tumpangi tadi membelok ke kiri, meneruskan perjalanan ke Kronjo, meninggalkan lantunan suara Bang Haji yang makin lama makin menghilang. Saya pun segera naik ojek. Namun di sepanjang perjalanan, ketika sudah di Pulau Lancang, bahkan hingga pulang ke rumah, di pikiran saya masih saja terngiang-ngiang syair lagu Pertemuan yang saya dengar pertama tadi.
Pertemuan yang kuimpikan
Kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan
Ternyata bukan khayalan…. [T]
Hahaaa….jos gandos nemen sung!
Kapan trip Rhoma Irama lagi Mas??
Hahaha, nanti Mas nunggu ada trip pake angkot lagi. Mungkin trip dari Tegal ke Guci?
Hahayy, mesti nunggu elf lagi tuh. Mungkin next time yang jurusan Tegal-Guci 😀